Pelayanan Disdukcapil Rohul Buruk, Seorang Wanita Curhat di Sosmed

PASIRPENGARAIAN – Pelayanan Disdukcapil Rohul terbilang lambat dan bertele-tele. Seorang wanita curhat di sosial media. Sabtu (03/08/2019).

Di dalam unggahan di sosial media FB pada Jum’at (02/08/2019) lalu, seorang wanita berinisial UO mencurhatkan isi hatinya terhadap kinerja Disdukcapil Rokan Hulu. Terlihat ratusan orang lebih me-like dan melihat statusnya tersebut. Tidak sedikit yang memberikan komentar dukungan atau bahkan sebatas cibiran atas curhatannya tersebut.

UO menceritakan tentang pengalaman pahitnya di kantor Disdukcapil kabupaten Rokan Hulu. Ia menyampaikan kekecewaannya dengan pelayanan petugas Disdukcapil yang kurang kondusif dan terbilang main-main.

“ Jujur saya kecewa dengan pelayanan Disdukcapil Rohul, sudah hampir sejam berkas saya tidak di kerjakan petugas malah sibuk dengan kosmetik yg dibelinya, juga dengan brosur pruduk2 lainya, ketika saya tegur baru dikerjakan itupun berkas tidak jadi diterima karena alasan sudah jam 3” ungkapnya penuh kemarahan.

Padahal, sebelumnya UO mengaku disuruh foto copy satu lmbar berkas,setelah ia pergi dan ketika kembali ditolak oleh pegawai tersebut dengan alasan sudah jam 3 dan kantor pun tutup.

“ saya minta tolong titip aja karena saya jauh dan tidak selalu sempat ke Pasir karena saya bekerja dan tidak mungkin izin terus tapi mereka juga menolak, ketika ada yang bertanya karena kurang tau syarat dan prosedur ( misalnya orang sudah tua, atau yang kurang pendidikan, dll) mereka menjawab dengan muka kesal dan ketus juga nada tinggi, mereka juga lebih memilih mengobrol daripada mengerjakan berkas bertumpuk di atas meja kerja mereka”. Ketus UO panjang lebar dalam status sosial medianya.

Di unggahannya tersebut UO juga menyampaikan bahwa hal tersebut adalah latar belakang orang banyak yang menggunakan jasa calo. Padahal, di dalam peraturannya, tidak diperkenankan menggunakan jasa calo.

“ Disitu ada atuk2 tuh kak yang menawarkan jasa bantuan,, saya Pernah ditawarkan mengurus KTP bayar 100 katanya nanti langsung jadi,,, 50 untuk dia, 50 tuk petugasnya,, atuk-atuknya pake kacamata, merokok” balas Wina Diana di kolom komentar

Ini semakin memperlihatkan buruknya kinerja Disdukcapil. Karena seperti yang diketahui bahwa pembuatan KTP adalah gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun.

“Saya posting ini sebagai perwakilan suara dari masyarakat lainya yang sering mengeluh terkait instansi ini. SEKIAN” tutup UO

Untuk hal ini, Kadis Dukcapil H. Syaiful Bahri akan mencek setiap pegawainya dimasa yang akan datang. Mengingat banyaknya pengaduan terhadap kinerja Disdukcapil akhir-akhir ini.

Mungkin ini adalah salah satu bentuk kekecewaan masyarakat tentang kinerja Disdukcapil kabupaten Rokan Hulu saat ini. Dan masih banyak lagi kekecewaan masyarakat diluar sana yang tidak terekspos. Masyarakat hanya menginginkan kinerja pegawai yang semestinya, dan apabila pegawai tidak bisa bekerja optimal, maka Kadis bersangkutan bisa mencari pegawai lain yang ingin bekerja. Bukan sebatas yang ingin bekerja saja. Mengingat banyaknya pengangguran di Rokan Hulu. (Dan)