Ratik Togak, Tradisi yang Masih Melekat di Kabupaten Rohul

1629

TAMBUSAI – Dalam Acara Haul Allah yarham syekh Ma’sum Tambusai yg ke-58 Jamaah Madrasah adakan Ratik Togak. Senen (12/08/2019).

Ratik atau ratib bermakna zikir. Ianya dilakukan oleh kaum tasawuf/ sufi untuk mencari puncak kenikmatan berzikir. Ratik togak adalah dzikir yang dilakukan dengan berdiri.

Ratik Togak merupakan tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang terdahulu. Kegiatan Ratik Togak merupakan cara masyarakat Rokan Hulu untuk melestarikan budaya nenek moyang dalam berdzikir.

Diacara Haul Allah Yarham Syekh Ma’sum Tambusai yang ke-58, jamaah Suluk Tariqat Naqsabandi turut mengadakan Ratik Togak tersebut.

acara ratik togak dihadiri oleh camat Tambusai Muammer Khadafi dan kapolsek, Tambusai AKP. Yulihesman. Tidak tanggung-tanggung, jamaah suluk, masyarakat didalam kuala tambusai dan dari luar dusun kuala tambusai juga ikut dalam acara ratik togak ini.

“ Acara Ratik Togak ini adalah rutinitas tahunan surau kami. Biasanya kami mengadakan ini dalam rangka acara-acara besar, salah satunya Haul yang akan dilaksanakan besok” ungkap Muhammad Jamil. S. Kom selaku ketua pelaksana Haul. Minggu (11/08/2019).

Setelah melaksanakan Ratik Togak, biasanya jamaah akan mengadakan makan bersama disertai dengan salam-salaman bersama jamaah lainnya.

Setelah acara Ratik Togak selesai, Camat Tambusai beserta romobongan ratik togak langsung melihat dapur umum untuk melihat proses masak memasak acara haul Allah yarham syekh ma’sum tambusai yang diadakan keesokan harinya.

Ratik Togak adalah tradisi yang harus dilestarikan dikabupaten Rokan Hulu. Mengingat Rokan Hulu adalah negeri seribu Suluk seperti yang kebanyakan masyarakat Indonesia ketahui. Dan kita berharap pemerintah dan ahli budaya Rohul ikut serta dalam menjaga Tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu ini. (Dan)