Anak Dipenjara dan Rumah Tergadai, GEMA TANI Rambah Hilir Buka Donasi

MUARARUMBAI – Sempat gadaikan rumah, Gerakan Mahasiswa Perduli Tani (GEMA TANI) Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melaksanakan open donasi untuk orangtua dari anak yang ditangkap karena membakar lahan, Jumat (04/10/2019).

Sempat dikabarkan telah menggadaikan rumahnya, IK seorang janda mendapatkan perhatian dari GEMA TANI Rambah Hilir, bagian dari mahasiswa perduli tani melalui selebaran melakukan penggalangan donasi yang akan diadakan pada Sabtu, (5/09/2019) nanti.

“Terkait tertangkapnya saudara IW dalam kasus karhutla, dia merupakan seorang petani miskin yang kerjanya memang bertani untuk keberlangsungan hidup”, Jelas Syukri kepada Riausmart.com.

Penggalangan donasi ini akan di akan berlangsung di simpang tiga desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir.

“Alasan kita memilih hari sabtu adalah karena itu merupakan hari pasar ditempat kami. Dan lokasi yang tepat itu memang di simpang tiga Desa Muara Musu, karena lokasinya banyak orang yang lewat arah ke Pasar,” Lanjut Syukri.

Baca : http://riausmart.com/2019/09/29/anak-dipenjara-seorang-ibu-gadaikan-rumah-untuk-makan/

Menurut Syukri, banyak dari kalangan masyarakat yang mempertanyakan akan fungsi dari hukum PPLH UU no.32 tahun 2009 tentang kearifan lokal. Dimana di dalam pasal 69 ayat 2 membolehkan membakar lahan maksimal 2 hektar per KK.

“Nampaknya UU itu tidak berpihak pada fakir miskin, karena tim kami sudah survei ke lokasi. kejadian sesuai data dan faktanya tanah yang di bakar hanya sekitar 1 Ha dan itupun di bakar secara 3 tahap atau berangsur,” tambah Syukri.

Sampai hari ini IW masih mendekap di tahanan Polres Rokan Hulu. Sedangkan Ibunya, IK terus berupaya untuk membebaskan anaknya dari jeratan hukum.

GEMA TANI Rambah Hilir juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut mengulurkan tangan dan ikut membantu keluarga IW.

Selain dari donasi langsung, GEMA TANI juga menyertakan nomor rekening untuk yang ingin berdonasi melalui rekening. Sehingga tidak ada alasan masyarakat untuk tidak membantu keluarga IW.

Baca : http://riausmart.com/2019/08/21/bakar-hutan-pemuda-muara-musu-diamankan-polsek-rambah-hilir/

“Mari kita tolong para petani,kareba hakekatnya kita di lahirkan dari rahim petani, nenek moyang kita adalah titisan para petani,kalau tidak ada petani hari ini bisa jadi kita mati kelaparan,” ungkap Syukri.

Besar harapan GEMA TANI Rambah Hilir untuk dapat meringankan beban dari keluarga IW, mengingat ibunya adalah janda miskin yang butuh perhatian orang banyak.

“Semoga menjadi hikmah bagi kita semua, kemudian diharapkan dapat menjadi evaluasi buat semua pihak baik itu masyarakat,penegak hukum dan pemerintah untuk jangan terlalu banyak menindas masyarakat miskin demi sebuah tahta dan mendapatkan prestasi. Karena doa orang miskin itu sangatlah mudah terkabul,” tutup Syukri sambil. (dan)