Makan Bukancah Tradisi Khas Rokan Hulu

1732

PASIRPENGARAIAN – Setiap Daerah pasti memiliki tradisi yang berbeda-beda dan tentunya unik. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya akan tradisi dan budaya.

Dikabupaten Rokan Hulu, Ada makan bersama yang dikenal dengan istilah Makan Bukancah. Makan bukancah ini merupakan tradisi nenek moyang yang telah lama ada di Negeri Seribu Suluk. Makan bukancah artinya makan dengan cara mengambil sambal atau gulai secara langsung ke kancah atau kuali yang besar tanpa daun telinga.

Dalam makan bukancah ini, para tamu undangan mengambil sendiri hidangan yang disediakan. Dengan kata lain, tanpa di hidangkan atau disuguhkan.

“tradisi ini adalah tradisi dari nenek moyang kita. Dimana pemimpin sewaktu-waktu dapat duduk dan makan bersama di selasa (dangau yang biasa digunakan untuk berpesta).dan untuk Pengambilan sambal atau gulai diambil langsung oleh tamu undangan tanpa melihat status sosial, umur atau gender” jelas Drs Yusmar MSi selaku kepala dinas Pariwisata Rokan Hulu.

Adapun filosofi makanan yang harus diambil sendiri ini adalah mengajarkan kita akan rasa saling menghargai atau menghormati. Tidak terbatas pangkat dan derajat, namun kita sama dimata Tuhan. Didalam makan bukancah, jika orang tua belum mengambil lauk, remaja dan anak-anak tidak akan mengambilnya terlebih dahulu. Hal ini terkait tradisi menghargai orang tua bagi anak-anak.

Dizaman dahulu makan bekuncah ini dilakukan orang satu kampung dengan keterbatasan peralatan masyarakat seperti piring, sendok dan lainya. Oleh sebab itu timbulah tradisi makan bersama dengan menggunakan daun pisang atau daun kayu yang lebar sebagai pengganti piring.

Didalam tradisi makan bukancah, menu penting yang harus dihidangkan adalah gulai ayam campur kacang hijau. Hal ini tentunya menjadi ciri khas dari makananRohul. Kacang hijau yang biasa dijadikan bubur, kini berubah menjadi gulai yang kental.

“untuk gulai itu, makan bukancah harus ada ayam campur kacang hijau. Sedangkan untuk sambal lainnya hanyalah sebagai pelengkap dan peramai piring kita” jelas Yusmar, senin, (07/10/2019)

Diacara Jelajah Rimba Rohul lalu, baca http://riausmart.com/2019/10/06/hut-rohul-ke-20-diramaikan-dengan-pembalap-x-trail/. Dinas Pariwisata Rokan Hulu mencoba memaparkan bagaimana makan bukancah kepada wisatawan dari luar kabupaten bahkan luar provinsi.

“ betul, kita buat tradisi makan bukancah di acara ini, agar wisatawan diluar Rohul tahu tentang tradisi peninggalan nenek moyang kita. Sehingga wisatawan yang hadir juga akan merasa rindu terhadap rohul yang masih memegang budaya leluhur” jelas Yusmar.

Ditemani dengan kokek asam durian, makan bukancah semakin terasa nikmat dan kekeluargaan.

Ingin tahu kokek asam durian masakan khas Rokan Hulu? Nantikan di postingan pariwisata berikutnya hanya di Riausmart.com. (dan)