Rokan Hulu Cetak Rekor Muri Dunia Sungkeman Terbanyak

318

PASIRPENGARAIAN – Bupati Rokan Hulu, H Sukiman dan Bunda Paud Rokan Hulu, Hj Peni Herawati mendapat penghargaan atas rekor Muri Dunia Sungkeman anak Paud terbanyak di dunia. Rabu (23/10/2019) di Lapangan Kantor Bupati  Rohul, 09.00 WIB

Dalam rangka gebyar PAUD 2019, Rokan Hulu mendapatkan penghargaan berupa pemecahan rekor muri dunia.Terdapat 5359 anak Paud yang mengikuti sungkeman kepada orang tua dan gurunya.

Agenda Sungkeman ini mengangkat tema” Dengan sungkeman kepada orang tua, guru-guru orang tua lainnya adalah pembentukan karakter sejak dini untuk menuju rokan hulu yang berkualitas”.1000 anak paud membawakan tarian tepak sirih khas Kabupaten Rokan Hulu

Agenda ini dimulai dengan penampilan tari tepak sirih oleh 1000 anak paud se-kabupaten Rokan Hulu. terlihat anak-anak dengan wajah yang dipenuhi makeup berlenggak-lenggok dengan lincahnya di hadapan ratusan tamu yang hadir.

Acara semakin meriah dengan penampilan 150 anak Paud yang menarikan kesenian kuda lumping khas Jawa Timur.

“Acara ini sangat penting mengingat pendidikan anak dimulai dari orang tua dalam. selain itu, Sungkeman anak kepada orang tua ini dibuat untuk mengajarkan kepada anak arti dari menghargai orang yang lebih tua” jelas Peni Herawati selaku Bunda Paud Kabupaten Rokan hulu.

Ditempat yang sama, Bupati Rohul, H Sukiman menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah suatu bentuk pengajaran kepada anak-anak usia dini dalam memberikan nilai-nilai moral. Sehingga dengan moral yang baik, anak-anak mampu mewujudkan cita-citanya dimasa mendatang.

“Moral yang baik akan membantu anak mewujudkan cita-citanya. Namun,moralnya buruk, tentunya akan berpengaruh dimasa depan sang anak. Sehingga para orang tua harus mengajarkan Karakter baik kepada anak-anak kita ” kata H. Sukiman.

Sedangkan Mariana selaku Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengucapkan selamat dan sukses untuk Rokan Hulu yang mendapatkan Rekor Muri Dunia berupa Sukeman terbanyak di Usia dini.

“Ini merupakan salah satu wujud atau implementasi dari pendidikan karakter. mari bersama-sama kita tanamkan pendidikan karakter kepada anak kita” jelas Mariana.

Mariana berpendapat bahwa dengan memberikan penguatan pendidikan karakter kepada anak di usia dini, akan membuat anak lebih mengetahui cara menghormati orang yang lebih tua.

Agenda Gebyar Paud dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Rekor Muri dunia kepada Sukiman, Hj Peni Herawati dan Ibnu Ulya yang sukses membuat acara tersebut.

Triyono selaki Managet Muri Indonesia menjelaskan bahwa Rekor Muri sebelumnya dipecahkan oleh kabupaten Tanggerang Selatan yang berjumlah 3000-an anak. Sedangkan pada agenda Gebyar Paud ini, Rokan Hulu mampu menghadirkan 5359 anak untuk dapat sungkeman kepada orang tua dan gurunya masing-masing.

“Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat perubahan karakter bagi anak-anak milenial saat ini, sehingga kita sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan sungkeman ini” Jelas Triyono.

Triyono juga menjelaskan bahwa Sungkeman adalah tradisi Indonesia yang harus dilestarikan. Sehingga budaya leluhur tersebut tidak hilang dan termakan waktu.

“Diluar negeri, Sungkeman itu tidak ada,  sehingga kita harus melestarikannya” jelas Triyono.

Agenda Gebyar PAUD tersebut diakhiri dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol mengudaranya Rokan Hulu ke masa yang akan datang