Sukiman Menangis Dalam Acara Parade Kesenian Rohul, Berikut Penyebabnya

425
  1. PASIRPENGARAIAN – Generasi lima luhak menggelar parade kesenian Kabupaten Rokan Hulu bersama Bupati Rohul, H Sukiman MSi. Senin (28/10/2019) di Lapangan Kantor Bupati Rokan Hulu. 10.00 WIB

Turut hadir, Sekda Rohul, H. Abdul Haris MSi, Kapolres Rohul, AKBP Dasmin Ginting, Danramil beserta Kepala Dinas se-Lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

Dalam rangka memeriahkan hari sumpah pemuda ke-91, Generasi lima Luhak Kabupaten Rokan Hulu menampilkan berbagai macam kesenian.

Terdapat berbagai penampilan seni budaya, seperti, Tari kreasi, Silat,  pembacaan puisi, lagu melayu, kerajinan tangan dan drama kolosal tentang pengorbanan para pahlawan dalam memperebutkan kemerdekaan.

Menurut Budiman selaku ketua panitia, sangat senang dengan terselenggaranya acara tersebut. dihadapan Riausmart.com, Budiman berharap di tahun depan, pemuda generasi lima luhak dapat membuat acara yang lebih besar dan megah lagi.

“Kita berharap dengan adanya acara ini dapat meningkatkan semangat organisasi-organisasi dalam meningkatkan seni budaya Rokan Hulu” Jelas Budiman

Ditempat yang sama Bupati Rohul, Sukiman juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap generasi lima Luhak yang mengadakan acara tersebut.

“Generasi muda adalah penentu dari sebuah bangsa, maka dengan adanya acara ini membuktikan bahwa kita masih memiliki pemuda yang yang kreatif dan inovatif” Jelas Sukiman

Di Dalam acara tersebut, Bupati Rokan Hulu, Kapolres, Sekda dan seluruh tamu undangan sempat mengeluarkan air mata selepas melihat penampilan drama kolosal perjuangan para pahlawan dal memperebut Indonesia dari para penjajah.

“Melihat penampilan anak-anak kita tadi, mengingatkan saya tentang perjuangan di Pulau  Papua, Banyak teman-teman saya yang meninggal, tertembak di depan mata saya sendiri” Jelas Sukiman sambil mengelap pipinya yang basah oleh air mata.

Sukiman sempat tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata dihadapan para tamu undangan. seakan terpuruk dalam kisah pahit dimasa lalunya.

“Saya jadi ingat teman-teman saya yang meninggal dalam tempur peperangan, Alfatiha untuk mereka” Tutup Sukiman.