Turunkan Angka Kemiskinan di Rohul Perlu Dilakukan Pemetaan

406
Suasana peserta diskusi publik tentang 20 Tahun Kabupaten Rokan Hulu, Masihkah Kita Miskin?
Suasana peserta diskusi publik tentang 20 Tahun Kabupaten Rokan Hulu, Masihkah Kita Miskin?

PASIRPENGARAIAN – Mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), pemerintah perlu melakukan pemetaan kantong-kantong kemiskinan sindiri. Tidak cukup hanya pemetaan secara geografis tetapi perlu juga dilakukan pemetaan kemiskinan secara Struktural atau kemiskinan Kultural.

“Perlu kita petakan kantong-kantong kemiskinan itu diwilayah mana saja. Tidak hanya cukup pemetaan itu secara geografis, tetapi perlu juga kita petakan apakah kemiskinan Struktural atau emiskinan Kultural,” papar Sekretaris Himpunan Keluarga Rokan Hulu (HKR) Pekanbaru, Dr Jupendri Jaafar, Rabu (30/10/2019) pada Diskusi Publik yang ditaja Universitas Pasir Pengaraian (UPP).

Menurutnya, untuk melakukan pembangunan yang mengurangi angka kemiskinan, ada 3 filosofi inti yang perlu disiapkan dan dilakukan pemerintah, diantaranya yaitu, Ketahanan dan kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Pembangunan memanusiakan manusia, dan Bagaimana kebebasan bagi setiap individu untuk memberikan pola pikir dan berpartisipasi.

“Disamping itu perlu juga kita kaji kelemahan kita, apakah kemiskinan itu secara struktural atau secara Kultural. Jika kemiskinan itu secara Struktural, maka itu bisa dikatakan sebuah kegagalan bagi pemandu kepentingan untuk menyediakan lapangan kerja,” jelasnya.

Sedangkan kemiskinan secara Kultural adalah malasnya kita untuk melihat potensi ekonomi yang ada di Kabupaten yang berjulukan Negeri Serobu Suluk itu, sehingga itu salah satu afktor penyebabnya kemiskinan di Rohul semakin meningkat.

“Maka dari itu, kami dari HKR Pekanbaru meminta kepada Pemerintah dan instansi lainnya, marilah kita kerjakan bersama-sama, kita juga siap membantu pemkab dan kawan-kawan DPRD untuk menurunkan angka kemiskinan,” ucapnya.

Jupendri juga menguraikan, mungkin perlu kita lakukan pemetaan potensi kantong-kantong kemiskinan. Lalu kemudian perlu pemetaan kemiskinan Struktural dan Kultural itu, sehingga kita tepat sasaran untuk menyelesaikan kemiskinan di kampong kita ini,” tuturnya.