Peringati Hari Jadi KORPRI dan PGRI, Sekda Rohul Menangis Haru Saat Bersalaman Dengan Gurunya

49

PASIRPENGARAIAN – Dalam rangka memperingati hari jadi KORPRI ke 48, hari guru nasional tingkat Rohul dan peringatan hari ulang tahun kesatuan guru (PGRI)  yang ke 74 Pemerintah daerah (Pemda) Rohul menggelar Upacara di depan Kantor Bupati Rohul. Senin (02/11/2019)

Upacara di hadiri oleh Sekda Rohul, Abdul Haris, Ketua PGRI Rohul sekaligus rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Drs Adolf Bastian MPd, Ketua DPRD Rohul, Novliwanda Ade Putra SE, ketua KORPRI Rohul, seluruh keanggotaan PGRI Rohul, guru dan siswa SMA.

Adapun yang bertugas dalam Upacara tersebut, sekretaris Daerah (Sekda) Rohul H Abdul Haris MSi sebagai Inspektur Upacara, sedangkan Selaku Perwira Upacara, Kabag Umum Setda Rohul, Abdullah.

Dalam kata sambutannya, Abdul Haris mengucapkan selamat ulang tahun untuk KORPRI yang ke 48 dan 74 bagi PGRI dimana pun mereka berada, serta mengucapkan terimakasih atas kinerjanya untuk memajukan negara Republik Indonesia.

“Saya mengajak seluruh anggota KORPRI, mari kita bekerja sama dalam meningkatkan kualitas dan membuat inovasi baru dalam perkembangan pembangunan yang ada, menciptakan hal-hal baru menghadapi perkembangan era milenial saat ini, ” kata Abdul Haris.

Selain itu, Abdul Haris juga sempat memberikan komentar mengenai kondisi guru honorer saat ini.

“Kita tahu betul kesejahteraan guru sudah menjadi perhatian bersama, hal ini dikarenakan sekolah yang ada begitu banyak, sedangkan guru yang hendak diangkat menjadi pegawai negeri terbatas, namun kami akan selalu mengupayakan cara untuk mensejahterakan para guru kita” jelas Haris

Abdul Haris juga sempat menangis saat memberikan penghargaan dan mencium tangan Pemimpin Upacara, Danil yang merupakan gurunya saat Sekolah. aa

Ditempat yang sama, Ketua PGRI Rohul, Drs Adolf Bastian MPd juga mengatakan keprihatinan terhadap guru honorer yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.

“Permasalahan ini tidak hanya terjadi di Rokan Hulu saja, melainkan kendala nasional, kita sesungguhnya prihatin dengan kondisi guru saat ini yang masih ada diberi penghargaan 300 sampai 500 ribu rupiah” jelas Adolf.

Adolf juga menjelaskan profesi guru sampai kapanpun tidak akan pernah bisa digantikan oleh robot atau tekhnologi sekalipun. Karena hakekatnya guru tidak hanya mencerdaskan, namun juga mendidik.

“Negara sebenarnya sadar, bahwa sampai kapanpun guru tidak akan bisa tergantikan oleh aplikasi, alat atau robot sekalipun, sehingga mereka harus dibayar”Jelasnya

Adolf berharap ditahun depan Pemerintah  Rohul dapat memberikan alokasi dana untuk membantu Komite Sekolah yang hingga saat ini masih mendapatkan gaji yang rendah.

Ketika ditanyakan jumlah honorer yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, Adolf mengaku jumlahnya mencapai dua ribuan lebih.

Upacara tersebut ditutup dengan pemberian hadiah dari beberapa lomba yang diselenggarakan oleh Korpri, adapun lomba tersebut yakni lomba pembacaan panca prasetya korpri, lomba pacu goni putra, lomba pacu goni putri, lomba lari bakiak putra, dan lomba voly ball putra/putri