Polri, TNI, Basarnas, BPBD Rohul Satukan Kekuatan Untuk Temukan Korban Tanah Longsor

UJUNGBATU – Dua orang warga dilaporkan hilang, pasca musibah tanah longsor yang terjadi di Perbukitan Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau Rabu (04/12/2019). Saat ini, petugas TNI Polri bersama BPBD Rohul dan Basarnas terus melakukan pencarian korban.

Tim Gabungan TNI-Polri, BPBD Rohul dan Basarnas bersama masyarakat terus berupaya menyingkirkan kayu untuk mencari keberadaan kedua korban.

Kegiatan Pencarian korban dugaan tanah longsor di Desa Rokan Koto Ruang dimula sekira pukul 09.00 WIB dengan menggunakan unit sinso, cangkul, sekop, parang dan alat dodos sawit.

Proses pencarian difokuskan di Lokasi tumpukan tanah berisikan kayu dan batang kelapa sawit sekitar 200 M dari posisi rumah awal.

Menurut pengakuan Danramil 13 Rokan IV Koto Kodim0313/KPR Kapten ARH Horas Simbolon mengatakan tidak bisa mengerahkan alat berat ke lokasi karena medan yang sulit sehingga pencarian untuk sementara terpaksa dilakukan dengan cara manual.

“Saat ini, tim gabungan dari TNI POLRI, BPBD Rohul, Basarnas masih melakukan pencarian”, tambahnya.

Dari Informasi warga setempat, Musibah Longsor ini baru diketahui Sekitar Pukul 17.00 wib setelah mendapatkan laporan masyarakat Ke Polsek Rokan IV Koto, bahwasanya telah terjadinya tanah longsor di daerah perbukitan di Desa Koto Ruang dan mengenai rumah ladang di daerah tersebut.

Dari Informasi keluarga korban yang berada di dalam rumah ladang tersebut, terdapat 2 (dua) orang dengan Identitas atas nama Elipati Zebua umur (55) dan anaknya bernama Tabezhisoki zebu (25), warga Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Kedua warga yang hilang tersebut merupakan anak dan ayah.

Dari Informasi yang di himpun, Korban diketahui Keluar dari rumah ke kebun mereka  (Lokasi Kejadian) tanggal 02 Desember 2019 sekira pukul 07.00 Wib.

Korban Elipati Zebua berangkat dari rumah menuju Kebun milik mereka yang berada di Desa rokan koto ruang Kecamatan Rokan IV Koto bersama 3 orang anaknya masing-masing Feri Zebua, Tabezhisoki dan Febrian Zebua.

Sekira Pukul 09.00 Wib Tabezhisoki menelepon istrinya yang berada di rumah Desa teluk aur kecamatan Rambah samo mengatakan bahwa mereka sudah sampai dirumah ladang.

Sekira pukul 17.00 Wib Feri Zebua dan Febrian pulang menuju Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah samo membawa hasil jerat seekor babi hutan.

Diperkirakan pada malam selasa sekira pukul 21.00 Wib Isteri dari Tabezhisoki menelepon suaminya masuk akan tetapi tidak diangkat. Pada hari selasa pagi tanggal 03 Desember 2019 isteri tabezhisoki mencoba menghubungi kembali masuk tetapi tidak diangkat juga.

Pada Rabu pagi tanggal 04 Desember 2019 dicoba hubungi kembali namun tidak masuk sama sekali.

Oleh karena itu Febrian Zebua berangkat menuju kebun yang berada di Rokan, dan setelah sampai di kebun rumah yang ada di kebun tersebut sudah rata dengan tanah.

Melihat kejadian tersebut Febrian Zebua melaporkan ke keluarga yang ada di Desa Teluk Aur dan sekira pukul 17.00 Wib Keluarga korban dan didamping oleh Adrianus samosir melaporkan hal tersebut Ke Polsek Rokan IV Koto untuk diproses.

Sekira pukul 18.15 Wib Pihak keluarga dengan Babinsa Serda Aan , Kopda Febriyanto didampingi oleh Kanit Reskrim Bripka Elfajri dan Anggota, Kanit Intel Aipda Arwan dan anggota Polsek berangkat menuju ke TKP dugaan orang tertimbun tanah longsor yang mengakibatkan meninggal dunia.

Sekitar pukul 17.45 Wib seluruh yang berangkat sampai ke TKP dengan menempuh jalan yang sangat terjal. Di TKP memang benar telah terjadi tanah longsor di kebun milik Korban dan posisi rumah tidak nampak lagi dan sudah berpindah ke arah depan sejauh -+ 60 M akibat disapu longsor tanah yang bercampur air dan kayu/ pohon.

Tidak jauh dari posisi rumah ditemukan 2 ekor anjing yang ikut mati, dompet salah satu korban, sepeda motor yang tidak ikut terseret longsor dan tumpukan pakaian-pakaian korban.

Sedangkan ditempat yang sama, Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting SIK menyebutkan kendala yang di hadapi dalam pencarian korban yaitu medan yang terjal dan sulit di jangkau, sehingga alat berat belum dapat  menuju lokasi dengan kondisi banyak longsoran tebing disekitar lokasi dan cuaca tidak menentu.

Sekira Pukul 18.20 WIB,  Dasmin mengatakan kegiatan pencarian korban dihentikan mengingat kondisi hari sudah mulai gelap dan cuaca tidak mendukung untuk dilakukan pencarian pada malam hari.

“Yah pencarian kita tunda dulu, esok hari kita akan datang lagi dengan jumlah personil yang lebih banyak. Kita akan melibatkan seluruh unsur Polri dan TNI dibantu masyarakat dan back up oleh personil Polda Riau dan dari unit K9. Kita juga akan gunaan alat berat exkavator dan akan dilakukan Penambahan Mini Striker tentunya untuk mempermudah pencarian” tutup Dasmin.