Tunjangan Serdos 6 Bulan Belum Dibayar, Ketua APTISI Wilayah X-B Riau Mendukung Aksi Unjuk Rasa di Padang

1485

PEKANBARU – Tunjangan profesi enam bulan tak kunjung dibayar, ribuan dosen dari seluruh universitas swasta di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah X yang meliputi, Sumbar, Jambi, Riau dan, Kepulauan Riau berencana mendatangi Kantor LL Dikti Wilayah X pada Senin 09 Desember 2019 mendatang.

Sesuai yang dilansir oleh VIVAnews.com, Sejak Juli hingga Desember 2019, tunjangan profesi dosen atau yang lebih dikenal dengan istilah serdos Dosen Universitas Swasta belum juga dikeluarkan.

Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar bagi ribuan dosen yang menggantungkan nasibnya dari tunjangan tersebut.

Dosen Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok sekaligus koordinator forum dosen Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Barat, Doktor Aermadepa mengaku akan mendatangi kantor LL Dikti Wilayah X pada Senin 9 Desember 2019. Mereka akan meminta kejelasan terkait persoalan ini.

“Senin besok kita akan datangi kantor LL Dikti X. Bukan demo, tapi kami mempertanyakan hal tersebut secara resmi. Kita akan bersurat. Kita akan ramai-ramai datang kesana. Karena ini perjuangan bersama bukan perjuangan satu atau dua orang dosen. Kita akan perjuangkan ini semaksimal mungkin, karena ini adalah hak kita bersama. Harus ada kejelasan,” tegas Aermadepa.

Menurut dr Zainal Abidin MPH selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X-B Riau sekaligus Pendiri Yayasan Perguruan Tinggi Hang Tuah Pekanbaru menyatakan mendukung aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan oleh dosen PTS wilayah X ke Padang.

“Yah kita mendukung aksi tersebut, dan Kami juga berharap LL Dikti Wilayah X segera mencari terobosan untuk  mencairkan uang serdos. Teman-teman dosen telah menjalankan tugas profesinya, Sehingga kita wajib segera membayarnya,” jelasnya, Minggu (08/13/2019)

Zainal Abidin juga mempersilahkan seluruh Dosen Perguruan Tinggi Swasta dari Riau yang ingin berangkat ke Padang untuk ikut aksi mengungkapkan kekecewaan mereka.

“Saya rasa itu adalah hak setiap orang, dan saya mengizinkan siapapun dosen yang ingin berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa ini, dan pesannya hati-hati dijalan” lanjutnya.