Cegah Stunting, UPP, Dinas Pendidikan Rohul dan Desa Marga Mulia Gelar Sosialisasi

461

RAMBAHSAMO – Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Universitas Pasir Pengaraian, Desa Marga Mulia, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu menggelar sosialisasi pendidikan Keluarga dalam rangka penanganan dan pencegahan stunting di Desa Marga Mulia. Kamis (12/12/2019) pada 10.00 WIB.

Menurut data Lokadata.com, pada tahun 2017 terdapat Sebanyak 37,2 persen dari total balita di Kabupaten Rokan Hulu menderita stunting, melebihi angka stunting di nasional yakni 29,6 persen.

Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 17,9 persen dari total balita di Kabupaten tersebut menderita stunting.

Dari banyaknya desa yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, desa Marga Mulia adalah salah satu desa penghasil stunting di Kecamatan Rambah Samo. (dua lainnya Desa Teluk Aur dan Desa Rambah Samo).

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Desa Marga Mulia, Jasmani menggelar sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting bagi masyarakat desanya.

Agenda Sosialisasi dihadiri oleh Kasi Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu sekaligus fasilitator kesehatan pendidikan keluarga, Elda Susita, S.Pi, Dosen Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Rahmi Fitria, M.Biome, bidan desa, kades, kader, dan puluhan masyarakat setempat.

Jasmani berharap dengan adanya penyuluhan dan pendididikan kesehatan tersebut dapat mengurangi stunting yang ada di Desa  Marga Mulia tersebut.

Sedangkan Menurut Rahmi, Selaku pemberi materi sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu yang mengikuti sosialisasi.

“Melihat banyaknya ibu-ibu yang hadir, membuat saya bahagia. karena disini kami juga dapat menimba ilmu dan berbagi pengetahuan bersama puluhan ibu-ibu rumah tangga itu,” jelasnya.

Rahmi mengatakan UPP telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu sejak 2 tahun terakhir.

“Kita prihatin, dan kita butuh perubahan. oleh karena itu kita ingin stunting semakin berkurang di Kabupaten Rokan Hulu. Harapannya dengan adanya sosialisasi di tengah masyarakat ini, membuat masyarakat paham tentang pentingnya gizi baik bagi perkembangan bayi dalam kandungan hingga balita,” katanya

Menurut Rahmi, pencegahan stunting dapat dilakukan pada 1000 hari kehidupan yakni mulai terjadi kehamilan hingga anak usia 2 tahun.