PT Pertamina Diminta Tindak Tegas SPBU Nakal

451

PASIRPENGARAIAN – PT Pertamina diminta untuk menindak tegas kepada SPBU nakal yang beroperasi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terutama yang menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar menggunakan jerigen.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Rohul, M Syahril Topan ST, Senin (20/1/2020) menyikapi keluhan masyarakat terhadap kelangkaan BBM  di sejumlah SPBU yang beroperasi di Rohul.

Selain dugaan adanya permainan antara petugas SPBU dengan pemilik kendaraan yang tangki kendaraannya dimodifikasi. Karena dengan adanya penjualan BBM Jenis premium maupun solar, terjadi kelangkaan BBM jenis premium dan antrian panjang kendaraan bermotor hingga ke badan jalan.

Topan mengakui, sebagai wakil rakyat telah banyak menerima laporan dari masyarakat, terkait kelangkaan BBM jenis premium di SPBU yang ada di Rohul, karena adanya oknum yang mengisi BBM dengan tangki kendaraan yang telah di modifikasi.

“Kita minta pihak PT Pertamina menyikapi keluhan masyarakat Rohul, untuk menindak tegas dan sanksi kepada SPBU yang beroperasi Rohul, khususnya yang melayani oknum membeli BBM menggunakan jerigen dan tangki kendaraan yang dimodifikasi,” tuturnya.

Topan yang juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional Rohul itu mengaku, melihat dan menyaksikan langsung salah satu SPBU di Rohul yang fokus melayani pembelian BBM premium dengan menggunakan jerigen, ketimbang masyarakat yang mengisi BBM untuk kendaraan.

“Saya ada punya rekaman video, salah satu SPBU di Rohul yang menjual BBM jenis premium menggunakan jerigen. Kita menduga, BBM yang dibeli di SPBU itu, dijual kepada masyarakat atau penampung, dengan harga diatas harga eceran tertinggi. Sehingga harga jual eceran BBM jenis premium ditepi jalan yang ada di Rohul berkisar Rp10 ribu hingga Rp11 ribu,” ucapnya.

Dia menyebutkan, antrian panjang kendaraan bermotor yang masih terjadi di sejumlah SPBU di Rohul harus disikapi oleh pemerintah daerah. Karena ada dugaan, pembelian BBM jenis premium oleh oknum masyarakat dengan menggunakan kendaraan roda empat, dengan tangki yang telag di modifikasi.

“Dampaknya disaat pengendara kedaraan roda dua antrian di SPBU, ketiga akan mengisi BBM kata petugas, sudah habis. Kita juga tidak tau, penyebab kelangkaan BBM jenis premium apakah berkurang kuota dari PT Pertamina atau adanya pengisian BBM dengan jerigen atau pelangsiran dengan menggunakan kendaraan bermotor dengan tangki yang dimodifikasi,” katanya.

Topan menambahkan, pihak SPBU silahkan melayani masyarakat yang menggunakan jerigen, terutama kebutuhan listrik dan lainnya, dengan catatan mengantongi surat rekomendasi dari intansi terkait.

“Sekarang harga jual eceran BBM premium di tepi jalan raya tidak stabil, sangat tinggi dari harga yang dijual oleh SPBU. Ini dampak yang terjadi saat ini,” paparnya.