Anggota DPRD Rohul, Rusli Jadi Saksi Persidangan Iwan

1299

PASIRPENGARAIAN – Anggota DPRD Rohul, Rusli S.Ag diberi kesempatan untuk menjadi saksi atas persidangan Iwan, Petani miskin yang terpaksa tertahan dibalik jeruji besi karena membakar lahan untuk bertani.

Persidangan Iwan sudah memasuki tahap akhir, dimana Rusli S.Ag selaku anggota DPRD Rohul sekaligus tokoh masyarakat Rambah Hilir diminta untuk menjadi saksi atas Iwan. Selasa (28/01/2020) di Kantor Pengadilan Kabupaten Rokan Hulu.

Penangkapan Iwan dikarenakan Kelalaian dari pemuda yang membakar lahan kurang dari 1 hektar dengan tiga kali pembakaran itu. Iwan juga diketahui tidak melapor ke Kades setempat, Iwan sendiri mengaku tidak tahu dengan UU kearifan lokal, yang dia tahu boleh membakar dengan disekat.

Rusli juga menganjurkan demi untuk ketahanan pangan didaerah Rohul, sebelum menanam tanaman keras seperti padi dan sejenisnya, hendak lah diawali dengan menanam tanaman lunak “tanaman yang berumur pendek” sehingga bisa memanfaatkan kesuburan tanah yang alamiah.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rokan Hulu itu juga mengatakan, saat ini Pemerintah belum membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang pembakaran lahan bagi para petani.

“Memang membakar lahan itu tidak dibenarkan, namun bagaimana dengan petani miskin yang tidak memiliki biaya lebih untuk  menyewa Ekskavator, jangan berharap jangan ada yang merasa dirugikan dalam hal ini. Jadi saya akan mencoba bahas perihal ini di dalam rapat Paripurna nantinya,” jelas Rusli

Rusli juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak melanggar undang-undang yang berlaku, ketidak tahuan Iwan ini kami berharap ada keringanan keputusan nantinya.

Sedangkan pengacara Iwan, Andri Topan,SH dan Kawan-kawan mengatakan siap mengawal persidangan dari awal hingga putusan hakim.

Andri dan Kawan yang berasal dari Lembaga Bantuan Hukum  (LBH) Sahabat keadilan ini mengaku tidak pernah meminta bayaran sekecilpun kepada keluarga Irwan. Hal ini dikarenakan mereka ingin menolong keluarga Irwan yang tergolong masyarakat miskin.

“Kita tidak ingin memberatkan orang tua Irwan dengan meminta bayaran, namun walau demikian, kami akan senantiasa membantu Irwan semampu yang kami bisa,” jelasnya kepada Riausmartcom.