Antisipasi Virus Corona, RSUD Rohul Lakukan Kesiap Siagaan

480
Direktur RSUD Rohul dr Novil Raykel
Direktur RSUD Rohul dr Novil Raykel

PASIRPENGARAIAN – Munculnya Novel Corona Virus (2019-nCoV) atau virus Corona di luar negeri, hingga kini diduga perlahan akan menyebar. Membuat beberapa wilayah hingga daerah di Indonesia pun turut waspada akan penyakit yang disinyalir sangat berbahaya tersebut.

Hal itu membuat sejumlah instansi dan lembaga gencar mengidentifikasi dan mengisolasi kemungkinan-kemungkinan penyebaran virus tersebut. Tak terkecuali Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu (Rohul) yang tengah melakukan persiapan kesiapsiagaan dan antisipasi terhadap infeksi virus Corona.

Direktur RSUD Rohul dr Novil Raykel kepada wartawan, Selasa (28/1/2020) mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya terus mengantisipasi dan waspada virus korona ini kita melakukan persiapan kesiapsiagaan terhadap infeksi virus Corona, meskipun di Rohul tidak ada kasus yang terjangkit virus Corona, tapi setiap rumah sakit harus melakukan identifikasi pasien.

“Kami dari Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu hanya mengantisipasi apabila ada terindikasi Virus Corona,” jelasnya

Perlunya dilakukan antisipasi, lanjut Novil, karena secara geografis posisi Riau yang mempunyai banyaknya pelabuhan dan bandara masuknya turis asing atau orang yang bepergian keluar negeri, bukan tidak mungkin bisa membawa virus Corona,

“Jadi yang pertama diidentifikasi atau gejala yang tersuspec Virus Corona ini seperti demam tinggi dan batuk-batuk, tapi kami harus siapsiaga dan antisipasi pertama terhadap virus Corona tersebut, agar melakukan identifikasi yang tepat, benar dan cepat serta melakukan laporan secepatnya, sehingga nanti kita bisa melakukan hal-hal yang bersifat antisipasi terhadap virus tersebut, yang dilengkapi Alat Perlindungan Diri (APD) dan  ruang isolasi,” katanya

Diakui Novil, RSUD Rohul hanya melakukan persiapan sesuai Instruksi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, bahwa setiap RSUD harus mempunyai ruang isolasi dan memberikan Sosialisasi tentang kriteria identifikasi terhadap penyakit infeksi virus Corona.

“Sehingga kedepanya kita upayakan untuk mensosialisasi dan kesiapsiagaan, nanti akan kami simulasikan, misalnya penanganan itu mulai dari gerbang masuk pasien itu kita beritahukan sampai ruang isolasi,” paparnya.

“Pertama dari hasil analisis pertama yang harus kita sediakan seandainya kalau ada dicurigai suspect kita dari pihak medis menyiapkan alat pelindung diri, untuk tenaga sendiri walaupun belum ada surat resmi dari dinas terkait tapi kita bersiap saja, ini sebagai inisiatif kami,” katanya.

Novil menjelaskan nantinya Dokter Spesialis paru-paru juga akan melakukan sosialisasi kepada tenaga kesehatan sehingga nanti walaupun tidak ada kasus, pihaknya tetap waspada, virus ini terus berlangsung setelah Virus Corona, mungkin timbul virus flu burung, artinya pihak rumah sakit bersiap saja.