Bebaskan Irwan, Peladang Bukan Penjahat

PASIRPENGARAIAN – Menyikapi kasus yang menimpa Irwan (20), petani kecil dari Dusun Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang telah didakwa diduga melakukan pembakaran lahan dengan sengaja, masyarakat meminta kepada pihak Pengadilan Negeri Pasirpengaraian untuk membebaskan Irwan.

“Kami meminta kepada bapak pengadilan untuk membebaskan Irwan. Dia bukan bukan penjahat,” tutur Yusro Fadli salah seorang masyarakat Rohul, Kamis (27/2/2020).

Menurutnya, yang dilakukan Irwan bukanlah dengan maksud untuk merusak lingkungan melainkan itu sudah menjadi adat yang secara turun-temurun mewarisi budaya membuka lahan terbatas untuk berladang dengan cara membakar.

“Bagi mereka, membakar hanya sebatas untuk kepentingan ketahanan pangan lokal, untuk bercocok tanam dengan tujuan bisa bertahan hidup, tidak untuk merusak lingkungan hidup,” jelasnya.

Melihat dakwaan terhadap Irwan itu Yusro Fadli mengatakan, penyebab bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama ini bukanlah akibat dari peladang yang kecil.

“Kami justru bertanya, mengapa penegakan hukum karhutla lebih gencar kepada peladang kecil, dibanding korporasi, yang beberapa di antaranya diketahui menjadi biang karhutla,” paparnya.

Yusro Fadli menegaskan, Peladang bukanlah penyebab bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan selama ini. Mereka bukan penjahat, tetapi diperlakukan seperti penjahat lingkungan. Berladang sudah menjadi tradisi turun-temurun. Harusnya mereka dilindungi bukan di kriminalisasi.

“Kami berharap, tuhan membuka hati pengadilan sehingga dapat membebaskan Irwan dari musibah yang menimpa dirinya,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Rohul menuntut Irwan dalam perkara Karhutla dengan tuntutan 4 tahun kurungan penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan.

Diketahui, Iwan ditangkap oleh Polsek Rambah Hilir, yang diduga melakukan pembakaran lahan dan hutan dengan sengaja, dengan luas sekitar 1/3 dari 700 meter persegi atau sekitar 250 meter, di lahan kebun karet tua milik pamannya yang akan ditanam padi, 20 Agustus 2019 lalu.