PLN Pasirpengaraian Sebut Tupai dan Monyet Penyebab Mati Lampu

1049

PASIRPENGARAIAN – Pelayanan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pasirpengaraian Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akhir-akhir ini meresahkan masyarakat. Dimana satu bulan belakangan ini listrik di Rohul khususnya di Ibu kota kabupaten sering mati secara tiba-tiba.

Akibat seringnya pamadaman listrik secara tiba-tiba itu membuat kerusakan barang elektronik rumahtangga masyarakat yang menggunakan arus listrik.

Salah seorang masyarakat, Lestari (27) mengeluh atas pelayanan PT PLN ULP Pasirpengaraian yang sering melakukan pemadaman listrik secara tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan.

“Dalam satu bulan belakangan ini sering terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba, tantu kami sebagai konsumen merasa kecewa atas pelayanan pihak PLN ULP Pasirpengaraian,” jelasnya.

Dia meminta pihak PLN lebih transparan penyebab terjadinya pemadaman listrik tersebut, paling tidak ada pemberitahuan atau pengumuman, sehingga masyarakat mengetahui penyebabnya.

“Jika pemadaman karena gangguan cuaca, kita maklumi, namun belakangan ini cuaca baik-baik saja tetapi listrik kok padam, itu menimbulkan tanda tanya di masyarakat,” ujarnta.

Hal senada juga disampaikan Ardi salah seorang pengusaha komputer di Pasirpengaraian menututkan kekecewaanya terhadap pelayanan pihak PLN,

“Selain mengganggu kenyamanan konsumen, pemadaman listrik secara tiba-tibab juga dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran,” tuturnya.

Dirinya juga berharap pihak PLN dapat meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat, bagaimanapun juga masyarakat membayar bukan secara gratis.

Sementara itu, ketika di konfirmasi, Manager PLN ULP Pasirpengaraian, Syarifuddin, Kamis (27/2/2020) menjelaskan, pemadaman listrik tersebut disebabkan karena adanya pergesaran tiang listrik di depan Kantor Polres Rohul.

“Karena adanya pergeseran tiang di depan Kantor Polres Rohul, sehingga menyebabkan matinya arus listrik,” jelasnya.

Lanjut Syarifuddin, kemudian pemadaman listrik setiap pagi itu karena bersipat temporer (macam-macam), dalam artian adanya penyebab gangguan hewan yang menempel di jaringan listrik seperti monyet, tupai dan burung yang tergantung di jaringan listrik PLN.

“Kenapa listrik agak lama baru dinyalakan, karena kita lama mencari sumber dimana penyebab matinya listrik tersebut. Jadi kalau monyet dan tupai itu lengket di jaringan listrik itu makanya listrik padam,” paparnya.

Syarifuddin menambahkan, selain hewan, pemadaman listrik terjadi akibat tanaman atau pepohonan masyarakat yang menempel di jaringan PLN. “Kita himbau kepada masyarakat agar ranting pohon yang dekat jaringan listrik hendaknya di tebang atau di pangkaskan,” imbuhnya.