Polres Rohul Amankan Pelaku Pemalsuan SIM

44
Pelaku yang di duga melakukan Pemalsuan SIM
Pelaku yang di duga melakukan Pemalsuan SIM

PASIRPENGARAIAN – Polisi Resort (Polres) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berhasil menangkap pelaku yang diduga telah melakukan pemalsuan Surat Izin Mengemudia (SIM).

Kapolres Rohul, AKBP Dasmin Ginting melalui Paur Humas Polres Rohul, Ipda Feri Fadli SH, Jumat (28/2/2020) menjelaskan, pelaku dibekuk berdasarkan Laporan Polisi Model “A” Nomor : LP “A”/ 04 / II /2020/Riau/Res Rohul/Sek. Tambusai Utara, tanggal 12 Februari 2020.

“Pelaku pemalsuan SIM itu diamankan petugas berdasarkan laporan dari salah seorang personil Polsek Tambusai Utara, Bripka Husri (35) bersama dengan Briptu S Widodo melaksanakan giat Kepolisian Stasioner Sistem didepan mako Polsek Tambusai Utara,” jelasnya.

Lanjutnya, kedua personil Polsek Tambusai Utara itu memberhentikan Kendaraan bermotor Isuzu Bison dengan No Pol BM 9751 LF dan memeriksa dokumen kelengkapan surat-suratnya.

“Sewaktu diperiksa SIM nya, kedua personil itu curiga bahwa SIM tersebut Palsu. Dari kejadian itu personil Polsek Tambusai Utara langsung melaporkan ke Pimpinan. Selanjutnya langsung mengamankan supir dan juga kendaraan tersebut,” terangnya.

Tambah Ipda Feri, berdasarkan hasil Interogasi, SIM tersebut Pelaku peroleh dari kakak iparnya Idawati sedangkan Idawati (warga Bangkinang) mendapatkannya dari Lufi (warga Pekanbaru).

“Pelaku juga menjelaskan bahwa hanya menyerahkan KTP asli kepada Idawati sebagai syarat membuat SIM tersebut dan Pelaku tidak pernah datang ke Satpas Polres Kampar untuk membuat SIM Tersebut,” tambahnya.

Sedangkan Idawati membayar R1,5 juta kepada Lufi sebagai biaya pembuatan SIM tersebut. SIM yang diduga palsu tersebut diterima Pelaku pada sekitar Januari 2020 di rumahnya yang berada di Bangkinang.

Pelaku yang diamankan pertama kali oleh personil polsek Tambusai Utara, Mhd Syaifuddin Tarigan (27) warga Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Kemudian dilakukan pengembangan.

“Setelah mendapat keterangan dari pelaku pertama, kemudian dilanjutkan pengembangan dan diamankan dua pelaku bernama Lufi dan Erikson alias Riki,” paparnya.