Tak Tepati Janji, Mahasiswa UPP Akan Lapor Bupati Rohul ke Ranah Hukum

PASIRPENGARAIAN – Mahasiswa Universitas Pasirpengaraian (UPP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan melaporkan Bupati Rohul ke ranah hukum. Pasalnya mahasiswa UPP kecewa terhadap Bupati Rohul yang sudah tidak menepati janjinya.

Dimana tuntutan permintaan beasiswa berprestasi dan kurang mampu didasari delapan janji Bupati yang telah ditandatangani pada 1 Oktober 2018 dihadapan mahasiswa UPP di Aula UPP. Dari delapan janji tersebut pada poin tujuh menyebutkan “Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Bupati Rohul akan memberikan bantuan beasiswa berprestasi dan beasiswa kurang mampu”.

Koordinator Umum Mahasiswa UPP, Eko Yurman Saprizal didampingi puluhan mahasiswa UPP dalam Konferensi Pers, Selasa (17/3/2020) di Kampus UPP mengatakan, bahwa mahasiswa UPP akan menuntut Bupati Rohul yang tidak menepati janji serta akan dibawa melalui jalur hukum.

“Kami akan bawa permasalahan ini ke ranah hukum. Karena kami kecewa, bahwa Bupati Rohul tidak menepati janjinya dan juga telah melecehkan dan merendahkan kampus kami ini,” paparnya.

Lanjut Eko, bahwa Bupati Rohul sudah ingkar janji dengan komitmen yang sudah dibuat dan disepakati serta telah ditandatangani Bupati Rohul pada 1 Oktober 2018 lalu dihadapan mahasiswa UPP.

Eko yang didampingi M Suhendri dan Risardi menambahkan, berdasarkan janji tersebut, mahasiswa telah mengajukan proposal dan menunggu realisasi janji Bupati pada tahun anggaran 2019 dan 2020.

“Kami sudah menunggu selama dua tahun, namun Bupati tidak mampu dan tidak mau mewujudkan janji itu yang sudah ditandatanganinya bermaterai 6000,” jelasnya.

Eko juga mengakui, bahwa mahasiswa UPP sudah tiga kali melakukan aksi menuntut dan menagih janji Bupati Rohul. “Sudah tiga kali kami aksi untuk menuntut janji Bupati. Kemudian kami diajak berdialog, dalam dialog itu jangankan menepati janjinya malah kekecewaan yang kami dapat,” tutur Eko.

Adapun komitmen yang telah ditandatangani Bupati Rohul pada 01 Oktober 2018 kemarin diantaranya yaitu :

  1. Mendesak Bupati Kabupaten Rokan Hulu untuk menindak lanjuti kekosongan Jabatan Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hulu dalam jangka waktu 1 bulan.
  2. Mendesak Bupati Kabupaten Rokan Hulu merealisasikan Visi dan Misi tentang “Menata Kota Membangun Desa”.
  3. Mendesak pemerintah daerah untuk tidak arogan terhadap permasalahan ekonomi di Kabupaten Rokan Hulu
  4. Mendesak pemerintah daerah untuk memprioritaskan pekerjaan Alumni Universitas Pasir Pengaraian
  5. Mengutuk keras sikap pemerintah daerah terhadap masyarakat Kabupaten Rokan Hulu.
  6. Mendesak pemerintah daerah untuk memperbaiki pelayanan publik kepada masyarakat.
  7. Mendesak pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hulu untuk meningkatkan SDM melalui beasiswa mahasiswa berprestasi dan tidak mampu.
  8. Normalisasi ekonomi rakyat lewat pemerintah daerah untuk pemerintah pusat.