Akhirnya, Petani Sekaligus Ibu Dari 3 Anak di Rohul Bebas Menghirup Udara Segar Setelah Berbulan Mendekap Dibalik Jeruji Besi

57

PASIRPENGARAIAN – Setelah Irwan (21) petani miskin terdakwa pembakar lahan yang dinyatakan dapat menghirup udara segar dihari keputusan sidang, kali ini, Ramna Nasution binti Abdul Mu’as Nasution (40), juga mengikuti jejak yang sama.

Ibu dari tiga anak di Desa Lubuk Soting Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau ini dapat menghirup udara bebas pada rabu (18/03/2020).

Saat diwawancarai oleh awak media Riausmart.com, Kamis (19/03/2020) Majelis Hakim sekaligus Humas Pengadilan Negeri  (PN) Pasir pengaraian, Irfan Lubis SH MH menjatuhkan Ramna Nasution binti Abdul Mu’as divonis sah dan bersalah sengaja membakar lahan, dengan hukuman kurungan penjara 5 bulan, 27 hari.

Tentunya putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 4 tahun kurungan penjara, dengan denda Rp 3  miliar subsider 3 bulan kurungan penjara kepada Ramna.

Dari putusan vonis tersebut, terdakwa Ramna Nasution, dinyatakan telah selesai menjalani masa hukuman setelah dipotong dengan masa tahanan yang telah ditahan Polres Rohul sejak  Oktober 2019 lalu  hingga 18 Maret 2020.

Selain memutuskan bersalah, hakim juga memerintahkan mengeluarkan terdakwa demi hukum segera setelah putusan ini diucapkan.

Selain itu, Majelis hakim juga menetapkan barang bukti 1 (satu) buah mancis,sebilah parang dan beberapa  potongan kayu bekas dibakar untuk segera dimusnahkan dan membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebanyak Rp 2 ribu.

Kepada Riausmart.com, Irfan berpesan kepada masyarakat Rokan Hulu untuk atas kasus Ramna menjadi pelajaran untuk seluruh elemen masyarakat.

” Kita tahu ini sudah menjadi perintah Pemerintah pusat, jadi mohon masyarakat memahami dan berhati-hati dalam melakukan pembakaran yang berujung kepada Karhutla,” jelas Irfan.