40% Dana Pemilu Rohul 2020 Telah Dicairkan

236

PASIRPENGARAIAN – Sebanyak 40 persen dari sekitar Rp. 28,5 M anggaran penyelenggaraan pemilu serentak 2020 Kabupaten Rokan Hulu telah dicairkan dan akan segera diserahkan ke kas Daerah kab. Rohul.

Hal ini disampaikan Elfendri selaku ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (15/04/2020).

“Sejauh ini, dari 40 persen anggaran Pemilu yang dianggarkan untuk KPU Rokan Hulu. Sudah dicairkan sebanyak Rp. 11,7 M,” kata Elfendri pada Rabu (15/04/2020).

Untuk saat ini, pihak KPU Rohul tengah menunggu Permendagri dan Perpppu untuk dapat mengembalikan anggaran KPU tersebut.

Dalam pengakuan Elfendri, dari Rp.11,7 M dana tahap pertama, yang terpakai adalah sejumlah Rp. 1,7 M. Artinya, akan ada pengembalian sekitar Rp 10 M ke kas daerah.

pengembalian Dana pemilihan umum serentak ini didasari adanya wacana penundaan tahapan pemilu oleh KPU RI beberapa waktu lalu disebabkan okeh wabah covid-19.

Dia melanjutkan, Permendagri dan Perppu tentang mekanisme pengembalian anggaran tersebut adalah dasar hukum dalam transaksi pengembalian anggaran yang dimaksud.

“Kalau sudah ada Permendagri dan Perppunya, tentu saja kita akan patuhi dengan pengembalian anggaran. Sebab, dua hal tersebut adalah dasar aturannya,” sebutnya.

Jika dua dasar hukum tersebut telah dipenuhi, maka potensi pengembalian anggaran KPU Rohul kepada kas daerah bisa mencapai angka hampir Rp. 27 M.

Jumlah tersebut termasuk juga dengan jumlah anggaran yang belum dicairkan sebanyak 60 persen sisa dari tahap dua dan tahap tiga yang belum dicairkan.

“Sejauh ini, pengeluaran penyelenggaraan pemilu di Rokan Hulu kan sudah dinonaktifkan seiring dengan penundaan tahapan pemilu. Makanya, jumlah tersebut bisa kita perkirakan besarannya,” urainya.

Adapun proses pengeluaran penyelenggaraan pemilu yang dimaksud oleh Elfendri adalah kegiatan di tingkatan PPK dan PPS.

“Dengan dinonaktifkannya kegiatan PPK dan PPS, maka tak ada lagi pengeluaran yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu tersebut,” tandasnya.