Pemerintah BLOKIR Ponsel Ilegal, Netizen : Susah Semakin Susah

JAKARTA – Mulai hari ini, Sabtu (18/04/2020), Pemerintah akan melakukan aturan pemblokiran ponsel ilegal. Pemblokiran ini dilakukan melalui international Mobile Equipment Identity (IMEI).

Dikutip dari akun Instagram indozone.id, Kepala Subdirektorat Industri Peralatan Informasi dan Komunikasi, Perkantoran, dan Elektronika Profesional Kemenperin, Najamudin mengungkapkan, pihaknya sudah siap untuk mensuport sistem whitelist.

“Sistem kami sudah siap untuk mensupport dalam sistes whitelist dengan alat namanya SlINas untuk mendukung CEIR,” ujar Najamudin, Rabu (15/4/2020).

Operator seluler di Indonesia saat ini juga sedang dalam proses koneksi. Begitu juga dengan Telkomsel yang juga sudah mulai terintegrasi.

“Proses instalasi CEIR di Cloud sudah siap, Telkomsel juga sudah terintegrasi dan yang lainnya dalam proses koneksi,” ujar Kepala Subdirektorat Kualitas Layanan Dan Harmonisasi Standar Kominfo, Nur Said Akbar.

Perangkat Pemblokiran IMEl ini tidak akan berdampak bagi turis yang memakai layanan Roaming. Aturan pemblokiran IMEl ini menggunakan skema whitelist.

Sebelum membeli ponsel, untuk mengetahui ponsel ini ilegal atau tidak, sebaiknya cek terlebih dahulu apakah IMEl perangkatnya aktif atau tidak.

Ponsel terbukti ilegal jika tidak ada jaringan dari operatornya sama sekali dan hanya fitur kamera saja yang bisa digunakan. Untuk mengetahuinya, kamu tinggal memasukkan nomor operator ke ponsel, maka secara otomatis akan keluar pemberitahuan apakah ponsel tersebut ilegal atau tidak.

Pemblokiran terhadap Handphone Ilegal ini tentu menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, contohnya pemilik akun tuancoki yang mengatakan, “Org2 lagi susah…malah makin susah,”.

Sedangkan, pemilik akun rioagusseptiyadi justru menyebut pemberitaan ini hoax.

” Hoax ini mah, dari kemaren-kemaren memang kayak gini beritanya,” pungkasnya.

Lalu, bagaimana menurut kamu?