Tidak Makan Ditengah Wabah Corona, Seorang Ibu di Serang Meninggal Dunia

252

SERANG – Mengalami kesulitan ekonomi ditengah Wabah Corona, Yuli, seorang ibu di Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Banten, meninggal dunia karena tidak makan selama dua hari dan hanya meminum air galon.

Diketahui Yuli bersama 4 anaknya terpaksa menahan lapar karena mengalami kesulitan ekonomi di tengah wabah Corona.

Awalnya Yuli sempat mendatangi RT, untuk meminta bantuan sembako. Tapi, saat itu pihak RT mengatakan belum ada menerima bantuan.

Ibu dari empat orang anak ini dikabarkan telah meninggal dunia pada Senin (20/4/2020) pada pukul 15.30 WIB.

Dikutip dari akun Instagram Indozone.id, Yuli diketahui meninggal dunia, saat dalam perjalanan ke Puskesmas Singandaru.

Terkait dengan hal ini, Juru bicara gugus tugas Covid 19 Kota Serang W, Hari Pamungkas menyebut bahwa Yuli bukan meninggal karena kelaparan, tapi terkena serangan jantung.

Hari juga mengatakan bahwa Yuli berasal dari keluarga mampu, sehingga bisa membeli kebutuhan sehari-hari.

la juga menambahkan bahwa Yuli telah menerima bantuan sembako dari Pemkot Serang pada Sabtu (18/4/2020).

Untuk menyambung hidup, Yuli dan suaminya bekerja sebagai buruh serabutan yang memiliki penghasilan sekitar Rp25-Rp30 ribu.

Sebelum meninggal, kehidupan perekonomian Yuli dan keluarganya dibantu dengan anak sulungnya yang sudah bekerja. Tapi, sejak wabah corona melanda, anak sulung Yuli menjadi salah satu pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan.

Status ini telah di like 65.096 pengguna sosial media dan mendapat ribuan komentar, bahkan tidak sedikit netizen turut bersedih dengan nasib yang harus dijalani ibu dari 4 anak ini.

Salah satunya pemilik akun rifaynnm_ yang mengatakan “Tetangga, RT, RW Lurah, Camat semua dosa nih,”

Atau pemilik akun anitadewi26 yang menuliskan ” Teman-teman yang punya sosmed jika melihat tetangga atau teman yang kesusahan sampai kelaparan gitu. Tolong bantu up biar sampai kedinas terkait.Jangan sampai benar kejadian ada saudara kita yg meninggal kelaparan apalagi bunuh diri karena lapar,”