Derita di Negeri Gelap Gulita

760

PASIRPENGARAIAN – Penerangan lampu togok atau kerap di sebut lampu pelita masih di rasakan 600 Kepala Keluarga (KK) warga Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam di awal ramadhan 2020 ini. Sudah 15 tahun warga merasakan gelepangan tanpa penerangan.

Dari informasi sejumlah masyarakat, sementara di RW Pelanduk dan Sei Kuti Jaya sudah berdiri tiang PLN beton, dan informasinya tahun ini PLN akan memasukan aliran listrik ke seluruh rumah warga.

Menyikapi kondisi masyarakat yang kini masih mengandalkan penerangan dengan lampu togok berbahan bakar minyak tanah, Lurah Kota Lama, Aly Yusuf, Rabu (29/04/2020) mengakui, memang hingga kini masih ada sekitar 600-an KK yang berada di 7 RW yang rumahnya belum teraliri listrik.

“Permasalahan listrik sudah pernah disampaikan masyarakat, kita berharap PLN bisa segera alirkan listrik ke rumah mereka. Karena sudah 15 tahun warga di 7 RW belum tersentuh penerangan listrik, sehingga berharap PLN bisa mengabulkan harapan masyarakat”.Tutur Lurah Kota Lama Aly Yusuf.

Rumah warga di tujuh RW yang belum diterangi listrik, yakni 2 RW di Pelanduk, 2 RW di Sei Kuti Jaya, 1 RW di KM 5, 1 RW di Kubu Padang dan 1 RW lainnya di Limau Manis.

“Memang sudah ada di RW yang dipasang tiang listrik, seperti di Pelanduk dan Sei Kuti Jaya. Namun baru tiang untuk jaringan belum, dan informasi dari PLN tahun ini akan dialiri listrik seluruhnya”. Jelas Aly Yusuf.

Di tempat terpisah, Manager ULP PLN UJung Batu, Tedy mengakui, untuk pemasangan listrik 600 KK di Kelurahan Kota Lama menurutnya sudah masuk paket tahun lalu.

Namun karena saat ini petugas kerja di Ujung Batu karena kebetulan anggota terbatas akibat COVID 19, maka pelaksanaannya terkendala. Namun Tedy berharap, masyarakat bersabar karena tinggal merealisasikan.

“Saat ini dengan kondisi COVID 19 kita sulit cari orang untuk bekerja. Namun pembangunan jaringan akan tetap kita dilanjutkan. Karena itu sudah masuk program PLN, kini tinggal merealisasikannya saja”. Terang Tedy.

(MSI)