Kisruh Bansos Covid 19, Dr.Elviriadi : Terbukti Struktur Politik Kita NIHIL

261

PEKANBARU – beberapa hari yang lalu, DPRD Kota Pekanbaru rapat bersama RT/RW se Pekanbaru membahas mekanisme PSBB dan Pembagian Bansos yang simpang siur.

Menyikapi itu, melalui aplikasi Whatsaps Massenger, Tokoh Masyarakat Riau Dr.Elviriadi angkat bicara, Minggu (03/05/2020)

Kepala Departemen PI KAHMI Nasional itu menilai, kisruh Pembagian Bantuan Sosial Sembako tersebut menandakan struktur politik yang nihil.

” Ya, akhirnya ketahuan. Data penerima bantuan simpang siur, emak emak demonstrasi ke DPRD, ini semua menandakan politik kita tak menghasilkan leadership dan sistem yang baik,” ungkapnya mengawali.

” Akademisi yang dikenal vokal itu menambahkan, proses rekruitmen pemimpin politik kita masih tradisional. Rata-rata mengandalkan garis keluarga, sogok menyogok, lalu lahirkan pemimpin karbitan yang tidak memahami problem kemasyarakatan, kebudayaan dan daya sensitiitas. Akibatnya, pelayanan rakyat guna mengantisipasi Covid 19 meluncur ke titik nadir, ” beber mantan aktivis mahasiswa itu.

Pendiri Gerakan Masa Depan Indonesia (GMDi) itu memperkirakan kondisi masyarakat bisa semakin sulit jika tidak ada introspeksi dan rendah hati para kaum elit.

” Saya prediksi, kondisi bakal tambah  runyam jika tata kelola Bansos dan Manajemen Masyarakat tak dibenahi. Sementara para elit terus bergelimang harta dan main proyek tak ikut merasakan derita.  Itulah akibat ambisi berkuasa tapi kompetensi tak ada. Tak konsep membangun  struktur sosio-politik yang ideologis, ataupun ide-ide  menciptakan kesejahteraan dalam narasi intelektual yang genuine,” lanjutnya

Menurut dosen salah satu perguruan tinggi di Riau itu, Kepemimpinan baik Nasional, Propinsi maupum Kabupaten yang tidak memiliki ilmu, tidak berkompetensi dan lemah iman, maka kehancuran yang akan datang.

” Kelak diakhirat semua akan dipertanggung jawabkan,” pungkas peneliti gambut yang istiqamah gundul demi nasib hutan.