Tokoh Pemuda Pertanyakan LPJ Kepala Desa Karya Mulya Selama Menjabat Karena “Masuk Daftar Hitam”

907

PASIRPENGARAIAN – Setelah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat sejak kepala desa karya Mulya ikut terseret didalam daftar hitam lembaga swadaya masyarakat DPW LP Tipikor Nusantara Riau Sejak April lalu yang diduga melakukan tindakan penyelewengan dana desa, nyatanya membuat masyarakat Desa Karya Mulya bertanya-tanya akan validisasi tersebut.

Hal ini disampaikan tokoh Pemuda Karya Mulya Al Arismon kepada awak media Riausmart.com, Kamis (18/06/2020).

Melalui via telpon, Tokoh Al Arismon angkat bicara terkait desas desus yang terjadi dikalangan masyarakat desa karya Mulya tersebut.

Alarismon menyampaikan kekecewaannya terhadap kepala Desa Karya Mulya yang terlihat berlarut-larut didalam permasalahan ini.

“Pihak Desa harus cepat tanggap dalam menyelesaikan isu ini sehingga tidak membuat masyarakat awam di Desa Karya Mulya bertanya-tanya dan bingung dengan kevalidasi berita tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, pria yang akrab disapa Al ini mengaku risih karena Kepala Desa Karya Mulya disebut-sebut masuk dalam permasalahan ini.

“Saya kecewa karena sikap kepala Desa yang tidak menggubris isu tersebut,karena dengan isu tersebut akan membuat perpecahan diantara masyarakat yang pro dan kontra terhadap pemerintah desa karya Mulya, ketokohan kepala desa sangat dibutuhkan untuk memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat desa karya Mulya. karena jika ini dibiarkan begitu saja tentu akan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah desa karya Mulya”.imbuh Al arismon yang juga sebagai ketua umum IPEMARASO RIAU

Ketua Umum IPEMARASO Riau ini juga meminta kepala Desa Karya Mulya untuk transparansi dalam Laporan pertanggungjawaban (LPJ)seluruh kegiatan yang menggunakan dana Desa selama ia menjabat 2 periode.

“Sebenarnya tidaklah salah bahwa ketentuan KIP (Keterbukaan Informasi Publik) menurut UU Yang berlaku di kemukakan kepada publik dan saya berharap bahwa kedepan dalam menentukan arah pembangunan desa, maka pihak pemerintah desa dapat mengundang tokoh-tokoh pemuda dan masyarakat untuk ikut andil memberikan ide serta  gagasan pemikiran agar pembangunan desa semakin kokoh,” tutup Al arismon Kabid sospol HMI cabang Pekanbaru.