Ketua KPU Risau, Anggaran Tambahan Pilkada Belum Bisa Dicairkan

194

JAKARTA -Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman mengaku risau lantaran anggaran tambahan Pilkada 2020 belum bisa dicairkan hingga hari ini.

Dikutip dari Kompas.com Rabu (24/06/2020) Tahapan pemilu hari ini sudah sampai pada pelaksanaan verifikasi faktual dukungan calon kepala daerah perseorangan.

Padahala anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) petugas yang melaksanakan verifikasi tersebut.

“Ini yang saya terus terang saja agak mulai risau, karena (tambahan anggaran) belum bisa dicairkan,” kata Arief.

Pada tahapan verifikasi faktual petugas atau panitia pemungutan suara (PPS) akan mendatangi orang-orang yang tercatat sebagai pendukung calon kepala daerah jalur perseorangan atau independen.

Petugas perlu melakukan verifikasi untuk memastikan keabsahan dukungan tersebut. Karena tahapan ini bakal menimbulkan interaksi antara petugas dengan pendukung, maka KPU memandang perlu membekali petugas dengan APD.

Sesuai dengan peraturan KPU (PKPU) mengenai pilkada 2020 telah diatur bahwa petugas harus dibekali APD sekurang-kurangnya masker dan face shield.

“Tapi sekarang uangnya belum bisa dicairkan”. ujar Arif Budiman.

Berdasar hal tersebut, Ketua KPU Arif Budiman mendorong pemerintah daerah agar menghibahkan APD ke KPU daerah penyelenggara pilkada.

Terkait itu juga sudah pernah disampaikan oleh pimpinan dan anggota komisi II DPR RI dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah beberapa waktu lalu.

“Jadi kami akan mendorong supaya pemerintah daerah yang juga menjadi Gugus Tugas (Percepatan Penanganan Covid-19) itu untuk menghibahkan alat pelindung diri itu,” kata Arief.

Namun demikian, KPU perlu memastikan bahwa seluruh daerah yang menggelar Pilkada tahun ini punya kecukupan APD.

Meskipun kebutuhan APD bagi petugas tidak banyak, dengan situasi yang demikian, kata Arief, sulit jika persediaan APD tidak ada.

“Sebetulnya kebutuhannya enggak terlalu banyak. Tapi kalau enggak ada, ya repot juga kita,” tutur dia.

nasty