Kadisdik Provinsi Riau Gelar Vidcon, Adolf : Diharapkan Dinas Pendidikan Provinsi Segera Bentuk Team Pengembangan Kompetensi Guru

496

PASIRPENGARAIAN – Dalam menghadapi tahun ajaran baru, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram menggelar video Converence (Vidcon) bersama seluruh kepala Sekolah SMA, SMK, MA se-Provinsi Riau, Senin (06/07/2020)

Dalam Vidcon tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau menjelaskan tentang proses belajar mengajar di masa Pandemi Covid-19.

Jelasnya, untuk wilayah atau Kabupaten yang masuk zona hijau Covid-19 seperti Rokan Hilir, diperbolehkan melakukan proses belajar mengajar di sekolah dengan mengikuti protokol kesehatan.

Sedangkan untuk wilayah atau Kabupaten yang masuk Zona kuning atau merah, diperbolehkan melakukan proses belajar mengajar dengan sistem Daring, yakni belajar jarak jauh.

Dalam wawancara bersama Ketua Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) Kabupaten Rokan Hulu, Karya Jayadi,S.Pd, MM.Pd mengatakan terdapat empat titik agenda vidcon yang digelar di Kabupaten Rokan Hulu, yakni di Tambusai, Rambah Hilir, Rambah, dan Ujung Batu, Sedangkan untuk di Rambah Hilir sendiri, Vidcon digelar di Universitas Pasir Pengaraian (UPP).

Karya Jayadi mengucapkan terima kasih kepada Pihak Kampus Kebanggaan masyarakat Rokan Hulu, UPP yang telah menyediakan tempat dan peralatan Vidcon, sehingga Vidcon berjalan dengan lancar.

“Yah tentunya kita berterima kasih kepada pihak UPP yang telah menyediakan tempat dan sarana Vidcon, sehingga kami dapat menjalani Vidcon dengan lancar,” jelasnya, Senin (06/07/2020).

Ditempat yang sama, Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Dr Adolf Bastian M.Pd yang saat itu juga menyaksikan Vidcon mengapresiasi Kepala sekolah se-Kabupaten Rokan Hulu yang terlihat bersemangat dalam mengikuti Vidcon bersama Kadisdik Provinsi Riau.

“Saya juga mengikuti Vidcon bersama kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Namun saya sayangkan apa yang disampaikan Kadisdik Provinsi Riau baru sebatas teknis aturan, bersifat instruksi juknis 4 menteri. Vidcon belum mampu menghasilkan gagasan baru menyangkut persoalan proses pembelajaran virtual learning (PJJ). Semenjak Pandemi Covid 19, lembaga pendidikan di semua jenjang sudah mencoba menyelenggarakan virtual learning yang prosesnya hanya memberikan tugas-tugas menumpuk yang membuat anak dan orang tua frustasi,” tutur Adolf.

“Harusnya, dirubah dulu cara pandang dan keterampilan mengajar kepsek, guru dengan SOP virtual, disamping mencari solusi biaya paket data atau sinyal yang mahal dan bermasalah. Dinas pendidikan Riau bisa berkolaborasi dengan provider jasa telekomunikasi dan Pemda kabupaten/kota memberdayakan internet desa membantu permasalahan internet siswa dan mahasiswa yang saat ini stay at home and learning from home,” lanjutnya.

Melalui awak media Riausmart.com, Adolf berharap Kadisdik Provinsi Riau segera membentuk team yang mampu menyiapkan pelatihan kemampuan learning process, terutama penekanan pada kemampuan guru penyiapan materi pembelajaran online