Memasuki Tahun Pembelajaran Baru, Berikut Pengumuman Penting Dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau

576
PEKANBARU – Menindaklanjuti surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan NO.4/2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram, S.Pd, M.Pd mengumumkan pedoman  pembelajaran di tengah Covid-19.
Dalam surat edaran dengan nomor: 800/Disdik/1.3/2020, dia menjelaskan tentang pedoman Pembelajaran tahun ajaran 2020/2021.
Ditujukan kepada seluruh Kepala sekolah SMAN, SMKN dan SLB se-Provinsi Riau, berikut beberapa hal penting yang harus diketahui oleh kepala sekolah.
Kegiatan hari pertama efektif sekolah jenjang SMAN, SMKN dan SLBN
di Provinsi Riau dimulai pada Senin, (13/07/2020) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Nomor kpts.930/2020 (01 Juli 2020), tentang Kalender Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2020/2021.
Saat dikonfirmasi Kepala Bidang Pendataan dan Pengembangan Pendidikan Provinsi Riau, Drs Muhammad Guntur M.Pd membenarkan hal tersebut.
“Iya benar, sekolah dimulai pada Senin (13/07/2020), namun ada beberapa hal yang harus diketahui oleh Kepala Sekolah SMAN/SMKN/SLB yang ada di Provinsi Riau,” tuturnya.
Kata M Guntur, Penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
Peserta Didik baru nantinya dilaksanakan secara daring atau luring dengan
standar protokol covid-19.
“Materi MPLS disederhanakan seperti pengetahuan tentang pandemi covid-19, SosiaIalisasi tata tertib sekolah, pengenalan lingkungan sekolah, tentang guru, mata pelajaran, kurikulum dan strategi pembelajaran serta penanaman nilai-nilai karakter paling lama 3 (iga) hari,” jelasnya.
Lanjutnya, proses belajar mengajar di daerah Zona Hijua tetap bisa dilakukan di kelas dengan mengikuti protokoler Kesehatan Covid-19.
“Untuk daerah yang zona Hijau seperti Rokan Hilir, bisa belajar di kelas dengan mengikuti protokoler Kesehatan Covid-19, sedangkan untuk daerah yang masuk zona Kuning atau merah, proses belajar mengajar dilakukan sistem jarak jauh dengan metode Daring, kombinasi (Blender Learning) atau Luring,” lanjutnya.
M Guntur melalui awak media Riausmart.com juga mengingatkan kepada setiap kepala sekolah SMAN, SMKN dan SLB di Provinsi Riau untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan pemerintah siswa baru.
“Dalam rangka Penerimaan siswa baru, diharapkan kepala sekolah tidak melakukan penggalangan dana dari orang tua siswa sesuai dengan Permendikbud nomor 75/2016,” tutupnya.