Gedung Daerahku Sayang, Gedung Daerahku Malang

199

PASIRPENGARAIAN – Menganggarkan dana APBD 2019 sebesar Rp 978 juta, atap Gedung Daerah yang terletak di Seberang pintu masuk Komplek Pemda Rohul, nyatanya masih bocor dan merembes.

Diketahui Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) telah menganggarkan dana pada APBD 2019 sebesar Rp. 978 juta untuk penggantian atap Gedung Daerah.

Namun, kondisi atap icon kebanggaan masyarakat Rokan Hulu masih bocor dan rusak di beberapa tempat.

Terlihat di pantauan awak media, plafond disekitar ruangan aula utama dan beberapa tempat lainnya, sudah bolong-bolong dan bocor.

Gedung Daerah  tersebut saat ini dijadikan sebagai Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) saat ini mengalami bocor dan terlihat tak terawat  bahkan, lampu penerangan di aula utama sudah tidak optimal dan hampir 70 persen plafond bangunan amburadul.

Wakil Ketua DPRD Rohul, Nono Patria Pratama, SE dari Fraksi Partai Golkar mengatakan kualitas konstruksi gedung daerah tersebut saat ini kondisinya memprihatinkan Pasalnya, perawatan untuk penggantian atap sudah dianggarkan namun sekarang kodisinya masih bocor.

“Kita miris melihat kondisi gedung daerah yang saat ini mengalami kebocoran. Sepertinya ada yang tidak beres dalam pengerjaannya,”Ujar Nono Saat dihubungi Via Hand Phonenya, Sabtu (18/7/2020) Siang

Lebih lanjut Nono mengatakan Dalam waktu dekat ini pihaknya bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohul akan melakukan peninjauan gedung daerah tersebut.

Sebagaimana dijelaskan oleh Nono Sebelumnya, DPRD Rohul pernah menyarankan kepada Pemkab Rohul agar pengelolaan gedung daerah tersebut dikelola dengan baik dan dapat digunakan untuk kegiatan dinas dan tidak bertumpu hanya di Islamic Center saja.

“ Sebaiknya gedung daerah tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan Pemkab, sehingga dapat mengurangi belanja melihat kondisi keuangan daerah saat ini, ucap Nono.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Rohul, Musri, M. S.Sos yang saat ini berkantor di gedung daerah membenarkan adanya kebocoran tersebut.

Musri pun mengaku pada saat hujan deras, air menetes menggenangi lantai diberbagai titik dan pihaknya harus menampung menggunakan ember.

“Dari awal menempati gedung daerah pada 2018 lalu, kami sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini,” ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Perkim Rohul, Heri Islami ST,MT saat ditanya berapa besar anggaran yang telah dikucurkan untuk renovasi Gedung tersebut, menjelaskan “Pemerintah daerah telah menganggarkan rehab atap gedung daerah sebesar RP. 978 juta pada APBD TA 2019 agar atap gedung daerah yang menjadi Icon kabupaten Rokan Hulu dan agar aset daerah yang sudah di bangun dapat terselamatkan serta terjaga sehingga tidak mengalami kerusakan yang lebih parah, “Kata Heri

Anggaran sebesar nilai diatas sudah di anggarkan dan terkontrak hanya untuk perbaikan atap bangunan saja belum termasuk rehab plafon bangunan, serta telah dilaksanakan pengerjaanya sehingga atap sudah tidak mengalami kebocoran lagi,adapun plafond gedung daerah yang rusak merupakan kerusakan yang terjadi sebelum adanya perbaikan atap gedung inshaa Allah perbaikan plafon akan kita anggarkan di tahun 2021 yang akan datang, Jelasnya.

Pantauan awak media di lokasi, saat ini kondisi bangunan gedung yang telah menelan biaya ratusan juta rupiah itu, pengerjaannya baru mencapai sekitar beberapa  Persen saja, bahkan pada bagian atap masih tampak bocor disana sini sedangkan plafonya belum tersentuh sedikit pun oleh item pekerjaan.