Pelaku Usaha di Rohul Wajib Tahu, Berikut Sanksi Bagi Pelanggar Peraturan Protokol Kesehatan

47
PASIRPENGARAIAN – Keluarnya Peraturan Bupati (Perbup) Rokan Hulu No 41 tahun 2020 membuktikan bahwa Pemerintah Daerah Rohul begitu serius terhadap memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Negeri Seribu Suluk.
Penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatanpun di tegakkan demi upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten tersebut.
Tidak hanya bagi perorangan, sanksi juga diberikan kepada pelaku usaha nakal yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Dalam wawancara bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Rohul, Drs Yusmar M.Si berharap seluruh pelaku usaha di Rokan Hulu dapat mematuhi dan menerapkan Protokol kesehatan di tempat usahanya masing masing.
“Diharapkan setiap pelaku usaha dapat menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan seperti handsanitizer,” jelas Yusmar.
Selain itu, pelaku usaha diharapkan juga dapat melakukan pengaturan jaga jarak bagi pengunjung, pembersihan dan disinfeksi lingkungan secara berkala dan fasilitasi deteksi dini.
Bagi pelaku usaha yang tidak mengindahkan hal-hal tersebut, maka dapat diberi sanksi seperti teguran lisan atau teguran tertulis,
“Sanksi juga berupa denda administratif sebesar Rp 500.000, atau Penghentian sementara operasional usaha atau bahkan dilakukan Pencabutan izin usaha,” jelas Yusmar.
Diakui Kadiskominfo Rohul, nantinya denda administratif yang didapat dari pelanggar pelaku usaha, akan diserahkan ke Kas daerah sebagai pendapatan asli daerah.
“Tidak henti henti kita berharap seluruh lapisan masyarakat,  agar tetap menerapkan  protokol kesehatan di berbagai kegiatan, Selalu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hindari kerumunan dan jaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi,” tutup Yusmar.