Anggota DPRD Rohul Terkonfirmasi Positif Covid-19

PASIRPENGARAIAN – Seakan tidak pandang Bulu, Virus Corona (Covid-19) nyatanya juga menyerang salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu dari fraksi Gerindra dengan inisial F (43), Senin (28/09/2020).
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Rohul, sekaligus anggota Satuan Tugas (Satgas) bidang Komunikasi Publik Covid-19 Kabupaten Rohul, Drs Yusmar M.Si.
“Iya benar, seorang anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu juga terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG),” jelas Yusmar.
Rencananya, selain melakukan  Tracing di Kantor Kemenag Rokan Hulu, Dinas Kesehatan Rohul juga akan melakukan tracing di Kantor DPRD.
“Apakah dilakukan tracing dengan keluarga, seluruh anggota DPRD, atau siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien, itu kita serahkan ke Dinas Kesehatan Rohul,” tambahnya.
Saat ini, angggota DPRD Rohul yang terkonfirmasi Positif Covid-19 tersebut tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya sendiri.
Diakui Yusmar, jumlah keseluruhan  pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Rohul mencapai 109 pasien dengan rincian, 67 pasien telah dinyatakan sembuh, 20 orang di rawat, 20 orang isolasi mandiri, dan 2 orang lainnya meninggal dunia.
Melalui awak media, Anggota Satgas bidang Komunikasi Publik Covid-19 Kabupaten Rohul tersebut terus berupaya mengajak masyarakat Rokan Hulu untuk tetap menerapkan disiplin Protokol kesehatan.
“Tetap terapkan 5 M, Memakai masker bila keluar rumah dan di tempat kerja, Menghindari kontak fisik, Menjaga jarak (Physical Distancing), Mencuci tangan dengan air mengalir/pakai sabun dan Menghindari kerumunan, ” tutup Yusmar.
Sedangkan ditempat yang berbeda, Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr Bambang Triono mengatakan Dinas Kesehatan ingin benar-benar memastikan siapa saja yang pernah kontak dengan yang bersangkutan 14 hari ke belakang karena Laboratorium Biomolekuler hanya menerima kontak tracing dan follow up.
“Kita masih menunggu data dari Puskesmas setelah kita dapat data dalam satu-dua hari akan dilakukan swab yang kontak dengan yang bersangkutan. Kita juga meminta bantuan dari Sekwan siapa saja yang pernah berhubungan dengan yang bersangkutan,” pungkas Bambang.