Dianggap Tak Tepati Janji, Ratusan Warga Blokir Jalan Untuk Aktivitas PT Chevron

PASIRPENGARAIAN – Ratusan warga Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) gelar pemblokiran jalan terhadap aktivitas Migas PT Chevron Pasific Indonesia di Desa Bonai, Rabu (10/02).
Aksi pemblokiran jalan terhadap aktivitas PT Chevron tepatnya dilakukan di seputaran dua jembatan, yakni di Perbatasan Desa Bonai dengan Desa Bulu Manis Kecamatan Mandau, Kabupaten Rokan Hulu.
Disampaikan salah seorang warga setempat, Holman mengungkapkan bahwa aksi pemblokiran jalan bagi pihak PT Chevron dipicu dari kekecewaan warga setempat terhadap pihak Perusahaan.
“Iya, kami menuntut janji yang pernah disampaikan oleh pihak PT Chevron yang mengatakan akan memperbaiki jalan rusak di Desa kami yang kondisinya sangat parah,” jelas Holman.
Lanjut Holman, jalan rusak sepanjang 500 meter tersebut kondisinya saat ini berlobang dan direndam air, sehingga masyarakat yang lewat sering kesulitan dan mengeluh.
“Jalan ini rusak akibat aktivitas kendaraan Perusahaan yang bebas berlalu lalang di sekitar jalan,” jelas Holman.
Diakui Holman, seminggu yang lalu telah dilakukan mediasi antara masyarakat setempat dengan pihak PT Chevron Pasific, dari hasil rapat pihak PT Chevron berjanji akan merealisasikan perbaikan jalan di perbatasan dua Kabupaten tersebut, nyatanya hingga sampai saat ini, jalan tak kunjung di perbaiki.
Itulah yang memicu kami melakukan pemblokiran jalan bagi perusahaan tersebut,” jelas Holman.
Kata Holman, PT Chevron Desa Bonai dinilai tidak bertanggungjawab dengan kerusakan jalan yang semakin parah.
“Kita juga menuntut perusahaan untuk memperbaiki jembatan 1 yang terletak di Desa Mandau Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang nyaris runtuh, karena jembatan ini merupakan akses jalan alternatif satu satunya menuju Duri – Pekanbaru,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala PGPA PT Chevron Pasific Indonesia Desa Bonai, Selamat mengatakan sejauh ini dua perusahaan yang ada di sekitar jalan rusak tersebut sudah beritikad baik untuk memperbaiki jalan.
“Baik PT Chevron maupun PT Bina Daya Bentala justru sudah melakukan pembersihan kanal dan membersihkan aliran sungai yang tersumbat,” ungkap Selamat
“Sudah direalisasikan sepanjang 7 Meter di Sungai Jembatan Dua,” tukas Selamat.