Penyelenggaraan Shalat Idul Adha di Rohul Tetap Dilaksanakan, Berikut Ketentuan Penyembelihan Hewan Kurban

321
PASIRPENGARAIAN – Pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijah tahun 1442 H/2021 M untuk wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tetap dilaksanakan, namun dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan yang sangat ketat.
Hal ini disampaikan Kepala Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Afrialsyah Lubis M.Pd didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rokan Hulu, H Alaidin Aidarus LC usai mengikuti rapat Koordinasi bersama Bupati Rohul di Rumah Dinas Bupati, Rabu pagi (07/07).
Disampaikan Kakan Kemenag Rohul, hal ini sesuai dengan surat edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : SE.15 tahun 2021 tentang pembatasan pelaksanaan kegiatan keagamaan di Rumah Ibadah.
“Kita juga telah mendiskusikan ini bersama dengan  Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Rokan Hulu, dan ini adalah hasilnya,” Katanya.
Lanjut Kakan Kemenag, penyelenggaraan shalat Idul Adha dan kurban tahun 1442 H ini dilaksanakan dengan Prokes yang Sangat ketat.
“Yakni dengan menerapkan 5 M, Menggunakan masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan, Menggunakan Hand-sanitizer dan Mencek suhu sebelum memasuki lokasi shalat,” Tambah Kakan.
Untuk masyarakat yang mengalami suhu tubuh tinggi diatas 36 derajat celcius lanjut Afrialsyah Lubis, diharapkan untuk pulang dan melakukan ibadah di rumah masing-masing.
Diakui Kakan Kemenag Rohul, sama dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraan takbir keliling di malam hari Raya Idul Adha tahun ini juga ditiadakan, namun diganti dengan takbir di Masjid dan di rumah.
“Perbanyaklah melakukan takbir di masjid dan di rumah-rumah dengan tetap mengedepankan prokes kesehatan,” Jelasnya.
Selain itu tambah Afrialsyah , untuk  penyelenggaraan shalat Idul Adha, khatib diharapkan untuk membatasi durasi ceramah, yakni maksimal 15 menit.
“Hal ini demi mencegah adanya berkerumun, sehingga tidak berlama-lama di lokasi,” Sebutnya.
Ketika ditanya terkait penyelenggaraan kurban, Kakan Kemenag mengatakan penyembelihan hewan kurban pada tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, yakni dilakukan sehari setelah dilakukan shalat Idul Adha.
“Penyelenggaraan kurban dilakukan pada 11,12 dan 13 Dzulhijah dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan, dan untuk penyembelihan hewan kurban, yang boleh berada di lokasi hanya pekurban dan petugas kurban,” Jelasnya.
Sementara ditempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rokan Hulu, H Alaidin Aidarus LC juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Negeri Seribu Suluk untuk berdoa dan beristigfar bersama agar Covid-19 segera hilang dari Negara Republik Indonesia.
“Marilah bersama-sama kita berdoa dan beristigfar, semoga Negara Republik Indonesia dijauhi dari berbagai musibah,” Tutup H Alaidin.