Petugas Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Dibentuk Disnakbun Rohul

55
PASIRPENGARAIAN – Beberapa hari menjelang hari Raya Idul Adha 1442 H/ 2021 M, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu bentuk petugas Pemeriksaan hewan Kurban.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul, CH Agung Nugroho STP melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Harianto SP didampingi Kasi Kesmas Veteriner Junaidi SPt dan Khairul Saleh SKH, Selasa (13/07).
Dijelaskan Kabid Harianto, tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan upaya Dinas terkait untuk menjamin hewan kurban yang akan disembelih adalah sehat dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.
“Kami juga telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dengan nomor : KPTS/DISNAKBUN-UPK/2021 dan membentuk tim Pemeriksaan hewan kurban disetiap UPTD yang ada Disnakbun Rohul,” Katanya.
Lanjut Harianto, ada sekitar 40 petugas Disnakbun Kabupaten Rokan Hulu yang akan terjun langsung ke lapangan, guna memeriksa kesehatan hewan kurban.
“Setiap petugas nantinya akan mendatangi Mesjid-masjid untuk dilaksanakan pemeriksaan hewan kurban secara fisik,” katanya.
Ketika ditanya terkait jadwal pemeriksaan hewan kurban, Harianto mengatakan pelaksanannya dilakukan sehari atau dua hari menjelang penyembelihan hewan kurban.
“Apabila hewan kurban telah sampai di Masjid-masjid, pemeriksaan oleh petugas kami sudah bisa dilakukan,” Katanya.
Harianto menambahkan, standar kesehatan hewan kurban mencakupi kecukupan umur yakni diatas 2 tahun, sehat secara fisik atau tidak cacat dan secara kasat mata tidak terlihat ada tanda-tanda penyakit.
“Kalau pun setelah disembelih hewan kurbannya, petugas juga akan memeriksa secara ante mortem apakah ada bagian-bagian dari organ hewan tersebut yang layak dikonsumsi atau tidak,” pungkasnya.
Diakui Harianto, pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Tahun 2021 ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana setiap pemotong hewan kurban harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Hal ini sesuai dengan Surat Edaran dari Dirjen Peternakan Kesehatan Hewan, menyesuaikan dengan keadaan Pandemi Covid-19 saat sekarang ini,” Sebutnya.