UPTD PKB Dishub Rohul Tak Akan Lakukan KIR Bagi Kendaraan Tak Penuhi Strut

48
PASIRPENGARAIAN – Pasca program Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUE) dilaunching Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), H.Abdul Haris pada 15 Juni 2021 lalu, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (UPTD PKB Dishub) Rokan Hulu akui tidak akan lakukan Uji KIR untuk kendaraan yang tidak memenuhi Standar dimensi sesuai Sertifikat Uji Type (Strut).
Hal ini disampaikan Kepala UPTD PKB Dishub Rohul Usom, melalui Plt. Kasubag Tata Usaha Sunarto.ST, Kamis (15/07) di Kantor Dishub Kabupaten Rokan Hulu, Pasir Pengaraian.
Dijelaskan Sunarto bahwa sesuai edaran Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI pertanggal 1 Januari 2021, bukti lulus uji berkala kendaraan atau KIR wajib menggunakan aplikasi Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUE).
“Namun dikarenakan kekurangan blangko kartu BLUE pasca launching, saat ini kita masih menggunakan pemeriksaan secara digitalisasi melalui aplikasi Surat Keterangan Elektronik Sementara (SUKSES),” Katanya.
Lanjut Sunarto, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan baik dari Perusahaan maupun pribadi, diketahui masih banyak kendaraan yang tak penuhi Strut untuk di KIR.
“Masih banyak yang tidak memenuhi standar dimensi sesuai Sertifikat uji type (strut), Di Rohul sendiri, saat ini kendaraan yang baru bisa menyesuaikan Odol baru sekitar 5 unit jenis truk, 3 unit untuk jenis dum truk, sedangkan tronton belum ada. Dan KIR yang kita lakukan seharinya bisa jenis mobil pick up untuk 30 unit kendaraan,” terangnya.
Sunarto menambahkan bahwa pada tahun 2023 mendatang, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menargetkan seluruh wilayah Indonesia bebas dari Over dimensi over Load (Odol).
Ketika disingung terkait Program Blue yang sudah berjalan di Rohul, Sunarto mengakui hingga kini tidak mengalami kendala, hanya saja jaringan internet harus selalu terhubung ke Kementerian Perhubungan RI.
“Data KIR yang kita laksanakan di Rohul, terkoneksi langsung dengan pusat. Sehingga kita bergantung dengan jaringan internet untuk koneksi ke sana,” Tambahnya.
Sunarto juga mengakui bahwa akibat Pandemi Covid-19 saat ini, diperkirakan target PAD dari KIR tahun 2021 sebanyak Rp 700 juta tidak dapat terealisasi.
“Apalagi kita saat ini hanya KIR kendaran pick up dan sempat transisi 6 bulan karena belum turunnya akreditasi, ditambah banyaknya kendaraan tidak memenuhi strut,”tutup Sunarto