Gelar Rakor, Bupati Rohul Singgung Terkait Karhutla, COVID-19 Hingga Larangan Menggelar Pesta

44
PASIRPENGARAIAN – Terkait penggunaan akses jalan untuk kepentingan umum atau masyarakat di Kecamatan Bonai Darussalam, Bupati Rokan Hulu (Rohul) H.Sukiman, gelar rapat koordinasi (rakor) bersama Kepala OPD Pemkab Rohul dan beberapa pihak seperti Camat Bonai Darussalam, Setiyono, Kapolsek Bonai Darussalam dan Danramil 10/KDS.
Rapat Koordinasi dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rohul, Komplek Pemda Rohul, Pasir Pengaraian, Senin (26/07) sore.
Selain dihadiri kepala OPD Pemkab Rohul, Rakor turut dihadiri oleh beberapa Perusahaan  yang beroperasi di Kecamatan Bonai Darussalam seperti, perwakilan PT Chevron, PT Graha Permata Hijau, PT Bina Daya Bintara, PT Bina Daya Bentala, PT Andika Permata Sawit, PT Hutahean,  dan PT Sumber Arum Makmur.
Diakui oleh Bupati Rohul bahwa maksud dan tujuan dilakukannya rakor tersebut untuk mempermudah akses jalan bagi masyarakat maupun umum, hal ini mengingat kondisi alam yang memasuki musim kemarau, sehingga dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dalam mengatasi persoalan yang tidak diinginkan salah satunya seperti kebakaran hutan.
“Seperti yang kita ketahui bahwa sebelumnya sudah terjadinya kebakaran lahan di Bukit Suligi beberapa waktu lalu yang melalap hingga mencapai 50 hektar, oleh karena itu, mengingat sekarang memasuki musim kemarau kita meminta kepada Camat, Kades, TNI-Polri serta pihak perusahan agar dapat melaksanakan pemantauan di wilayah masing-masing,” Kata Bupati.
Lanjut Bupati, selain persoalan Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla), persoalan Pandemi COVID-19 di Kabupaten Rokan Hulu juga menjadi persoalan  penting yang harus ditangani dan mendapat perhatian dari berbagai pihak.
“Saat ini Kabupaten Rokan Hulu sudah masuk pada kondisi PPKM level tiga, sehingga kita juga berharap ke Camat, Kades termasuk perusahaan yang berada di wilayah Rohul agar dapat menyediakan minimal 1 rumah untuk isolasi mandiri (Isoman) bagi warga,” Tambahnya.
Bupati Sukiman mengakui, melihat kondisi Kabupaten Rokan Hulu yang masih pada zona merah penyebaran COVID-19, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu akan mengambil langkah tegas yakni dengan menerbitkan surat larangan keramaian atau pesta ditengah pandemi COVID-19.
“Ini dilakukan tanpa bermaksud mengurangi momen yang sakral di masyarakat, akan tetapi karena berhubungan dengan orang banyak dan pertimbangan sisi manfaat juga mudaratnya, maka dengan sangat terpaksa untuk sementara kegiatan pesta baik perkawinan atau lainnya di Rohul ditiadakan,” tegas Bupati.
Dalam pelaksanaannya, Bupati juga akan melibatkan Camat, Kepala Desa serta tokoh masyarakat untuk melakukan pengawasan di wilayah masing-masing.
“Hal ini dilaksanakan untuk pertimbangan keselamatan  masyarakat banyak, jadi diharapkan pengertiannya,” Tukas Bupati.