Koempai Foundation Gandeng Rumah Sakit Surya Insani Gelar Khitanan Massal

PASIRPENGARAIAN – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77, Koempai Foundation bekerjasama dengan Rumah Sakit Surya Insani Pasir Pengaraian menyelenggarakan Khitanan Massal bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam ungkapan Founder Koempai Foundation, Yusro Fadly kepada awak media Riausmart.com, Senin (08/08), kegiatan yang dilaksanakan di Komplek GH Koempai Desa Lubuk Bendahara itu juga didukung oleh Ikatan Mahasiswa Lubuk Bendahara (IKMAL) dan beberapa donatur lainnya.
“Selain memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-77, agenda Khitan Massal ini juga dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1444 Hijriah,” jelasnya.
Disampaikan Yusro, kegiatan Khitan Massal ini sengaja dilaksanakan mengingat masih banyaknya anak-anak di Desa Lubuk Bendahara dan beberapa Desa tetangga lainnya yang belum melaksanakan khitan, sedangkan secara umur sudah layak untuk dikhitan.
“Ada beberapa alasan yang kami jumpai di lapangan, diantaranya keterbatasan biaya untuk mengkhitankan anaknya, ada juga yang memang belum mau dikhitan karena sendiri dan belum ada kawan, oleh karena itu kami bersama kawan-kawan yang tergabung di Koempai Foundation sepakat dan menginisiasi pelaksanaan acara ini,” tambahnya.
Melalui awak media, Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Rokan Hulu itu juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi pada acara sosial tersebut.
“Adapun peserta khitan massal ini, adalah puluhan anak-anak dari Desa Lubuk Bendahara, Alahan, Lubuk Bendahara Timur dan Lubuk Betung, mereka sangat semangat dan antusias untuk mengikuti acara ini,” tambahnya.
Masih ditempat yang sama, salah seorang orang tua yang anaknya dikhitan, Ilyas mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada penyelenggara yang telah melaksanakan Khitan Massal tersebut.
“Alhamdulilah saya bisa mengkhitan dua anak saya pada acara ini, kalau keduanya saya bawa ke rumah sakit atau dokter setidaknya saya menghabiskan biaya sekitar Rp 1,5 Juta, ini biaya yang besar bagi kami petani kecil, apalagi saat ini harga sawit murah,” pungkasnya.