Berikut Makna Kemerdekaan Menurut Bupati Rohul

PASIRPENGARAIAN – Bupati Rokan Hulu (Rohul), H Sukiman pimpin secara langsung Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke – 77, Rabu (17/08) di Lapangan Kantor Bupati, Komplek Pemda Pasir Pangaraian.
Turut ikut serta dalam Apel, Wakil Bupati Rokan Hulu, H Indra Gunawan, Ketua TP PKK Rohul, Hj Peni Herawati, Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul, M Zaki, Ketua DPRD Rohul, Novliwanda Ade Putra, ST, Kapolres Rokan Hulu, AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH, Danramil 02 Rambah, Kapten Inf Taufik Sihombing, Kajari Rohul, Priwijeksono MH, Ketua PN Pasir Pengaraian, Hendah Karmila Dewi MH, Kepala Lapas Pasir Pengaraian, M Sitepu, kepala Dinas dan Badan di Lingkungan Pemkab Rohul.
Pada HUT RI ke 77 Tahun, Pemerintah mengusung tema ” Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.
Selain di pimpin oleh Bupati Rohul H Sukiman, petugas Apel juga diemban oleh Kapten Inf Roni Pasla sebagai Perwira Upacara, Kapten Inf Lilik Haryono sebagai komandan Upacara dan Letda Arh Ady Safrinova sebagai Komandan Pleton Paskibra.
Pasca memimpin Apel, Bupati Rokan Hulu, H Sukiman bersama rombongan melanjutkan kegiatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, guna mengikuti Peringatan HUT RI bersama Presiden Republik Indonesia secara Virtual.
Di Pendopo Rumah Dinas, Bupati Sukiman juga menyerahkan berbagai penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kabupaten, Desa, maupun piagam penghargaan kepada para pemenang perlombaan yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Rohul.
Ketika ditanya terkait arti Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia kepada Bupati Rokan Hulu, H Sukiman mengatakan butuh perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pejuang untuk merebut atas Kemerdekaan Negeri yang kita cintai.
“Untuk merdeka itu butuh pengorbanan yang luar biasa, dimana seluruh masing-masing jiwa raga dan seluruh anggota tubuh bersatu, dengan satu tujuan, Merdeka,” katanya.
Dengan peringatan 77 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati berpesan kepada para generasi muda untuk mengenang sejarah perjuangan para pendiri bangsa.
“Nah kita sebagai generasi penerus, berkewajiban untuk mengisi kemerdekaan itu dengan pembangunan dan mengedepankan kebersamaan ditengah keanekaragaman ras, bahasa dan agama,” jelas Bupati.
“Bukan pula sebaliknya, menjadikan perbedaan sebagai alat untuk berpisah atau bercerai berai, namun perbedaan dijadikan sebagai persatuan dan kebersamaan,” tambah Bupati.