Guna Kenang Sejarah Etnis Mandailing di Kecamatan Rambah, Cetak Buku dan Bangun Tiga Makam Bersejarah Dicanangkan

PASIRPENGARAIAN – Guna mengungkap dan melestarikan sejarah Mandailing Napituhuta Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Rokan Hulu, Drs Yusmar M.Si bersama Seniman dan Budayawan Rohul Junaidi Syam S.Sn MA rancangkan pencetakan buku serta pembangunan 3 Makam Bersejarah.
Hal ini sesuai permintaan Wakil Gubernur Riau (Wagub) Brigjen (Purn) H. Edy Afrizal Natar Nasution, S.IP saat menggelar Ekspos di Rumah Dinas Wagubri di Pekanbaru, Jumat (06/08) lalu.
Keinginan kuat dan serius Wagubri tersebut dalam mengenang sejarah Mandailing Napituhuta Kecamatan Rambah dibuktikan dengan mewujudkan  pencetakan Buku berjudul “Jenderal Sang Pembuka Tabir” sekaligus 3 makam bersejarah, yaitu Makam Boru Namora Suri Andung Jati di Kaiti, Makam Namora Sinoru Gompar di Kubu Baru dan Makam Raja Tua di Batang Samo Kabupaten Rokan Hulu, menampak kan titik terang.
Diakui Wagubri sendiri bahwa pencetakan Buku dengan judul “Jenderal Sang Pembuka Tabir” sebanyak 500 Eksemplar, guna menjadi salah satu referensi dan pedoman bagi generasi sekarang dan yang akan datang, Khususnya sejarah marga nasution dan etnis mandailing.
“Sehingga sejarah keberadaan marga Nasution dan Etnis Mandailing di Kecamatan Rambah dapat diketahui dan tak hilang ditelan  zaman oleh generasi penerus di masa mendatang,” Kata Wagubri.
Sementara itu untuk pembangunan 3 makam bersejarah tersebut, Wagubri berharap agar disusun sebuah proposal dengan perencanaan sekaligus design dari Pemda Rokan Hulu kepada Wakil Gubernur Riau.
“Semoga dapat kita wujudkan,” Kata Wagubri.
Dalam Ekspose itu, Sebagai orang yang diberitugas oleh Wagubri untuk menyusun hasil seminar yang telah di laksanakan dan merencanakan 3 makam bersejarah yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Rokan Hulu Drs Yusmar M.Si.
“Seperti yang Pak Wagub sampaikan, bahwa Rohul memiliki Potensi yang unik, Rohul ini salah satunya Kabupaten Eks Lima Raja, berarti ada kelebihannya. Ini yang mau kita gali. Kami yakin gantungan kami sudah tepat sama pak Wagub,” harap Yusmar.
Sementara itu, Seniman dan Budayawan Rohul Junaidi Syam S.Sn MA atau yang akrap disapa Jon Kobed ini menjelaskan catatan Sejarah ini penting karena sebagai sebuah identitas.
“Kalau orang punya sejarah akan mudah menaikkan identitas seperti Pak Wagub. Ketika kita tidak tau sejarah, kita kehilangan apa yang mau dibuat dan untuk apa saya berbuat, seharusnya yang membuat ini orang dulu-dulunya,” terang Jon Kobet.
Dihadapan Wagub, Jon Kobet juga menjelaskan Design dan bahan-bahan pembangunan 3 pagar makam. Setiap makam memiliki ukuran dan stratanya, designnya juga sudah ada, termasuk bahan baku asli  Rohul seperti  batu antimony yang tergolong batu langka,  begitu juga  design kerawang nya di sesuaikan dengan kerawang gaya mandailing berbentuk Geometris.
“Sementara bahan makam nya dari Batu Sandstone, dimana batu tersebut merupakan jenis batu sungai, kelas batu ini sama dengan candi muara takus,” katanya.
Setelah mendengar  Ekpose tentang Pembangunan pagar makam dan Buku, Wagubri Edi Natar mengaku bangga dan mengapresiasi tinggi para Seniman dan Budayawan Rohul, karena saat ini tidak banyak orang yang memiliki ketertarikan dengan sejarah.