Kasi Pidum Kejari Rohul : Perkara Dominan Ninja Sawit, Pencabulan dan Narkoba

PASIRPENGARAIAN – Melalui silaturahmi antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Rekan pers Kabupaten Rokan Hulu, Senin (31/01) di Aula Kejari Rohul Komplek Pemda Pasir Pengaraian, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Hendra Rasyid Nasution jelaskan terkait beberapa perkara yang terjadi di Tahun 2021.
Dijelaskan Hendar, terdapat tiga perkara dominan yang kerap muncul sepanjang tahun 2021, dimana Pencurian Buah Sawit, Pencabulan anak dan Narkoba menjadi kasus tertinggi yang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu.
“Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini justru pencurian buah sawit menjadi kasus tertinggi di Kabupaten Rokan Hulu, hal itu dipicu dengan tingginya harga buah sawit di Wilayah Riau pada beberapa waktu belakangan,” Sebut Hendar.
Selain daripada itu, diakui Hendar lagi bahwa kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Rokan Hulu juga terbilang tinggi.
“Dari rencana tuntutan yang sudah kita lakukan, adalah kasus pencabulan terhadap anak laki-laki di Kecamatan Rambah Hilir, pada perkara ini kita menuntut dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan terhadap tersangka, namun beruntungnya, putusan pengadilan justru lebih tinggi daripada tuntutan, yakni hukuman 18 tahun penjara dengan subsider yang sama,” Jelasnya panjang lebar.
Lanjut Hendar bahwa pada tahun 2021, Seksi Tindakan Pidana Umum Kejari Rokan Hulu berhasil menyelesaikan sebanyak 424 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPPD).
“Sebanyak 463 perkara Tipidum sudah berstatus inkrah, atau memiliki putusan hukum tetap. Kenapa angkanya lebih banyak? itu disebabkan adanya tunggakan perkara masuk tahun sebelumnya, namun diselesaikan pada tahun 2021,” Sebut Hendar.
Sedangkan beban perkara tahun lalu yang belum selesai atau masih proses tambah Hendar, selanjutnya akan dilimpahkan pada tahun 2022 ini yakni sebanyak 20-an perkara.