Kasus Penganiayaan Bocah Tak Dilanjutkan, Ustad Yulihesman : Penegakan Hukum di Rohul BURUK

PASIRPENGARAIAN – Terkait pemberitaan kasus penganiayaan oleh pelajar SMP terhadap bocah umur lima tahun di Rohul yang tidak tahu seperti apa ujungnya,  Membuat Tokoh Masyarakat Rokan Hulu dari kalangan agama, Ustadz Yulihesman angkat bicara, Selasa, (17/11/2020)
Disampaikan oleh ustad Yulihesman, jawaban penegak hukum dalam kasus tersebut sangat mengecewakan.
“Tidak terang benderangnya proses hukum tersebut oleh pihak Kejaksaan membuat kita sebagai masyarakat  berpandangan buruk kepada penegakan hukum di Rokan Hulu,” jelasnya.
Bukan tanpa alasan, menurut Yulihesman, perkara itu mustinya dibuktikan di pengadilan, bukan dalam proses penyidikan dan pelimpahan di kejaksaan.
“Jika dalam perkara sadis begitu keluarga korban tak bisa mendapatkan keadilan, bagaimana dalam perkara lain? Wajar kemudian jika tingkat kepercayaan masyarakat untuk memperoleh keadilan menjadi berkurang,” tandasnya.
Sedangkan, atas kejadian penganiayaan yang terjadi sekitar 6 bulan lalu itu, orang tua NN yang berprofesi sebagai pedagang saat itu terpaksa pindah dari rumah kontrakannya yang tidak jauh rumah pelaku ke rumah kontrakan lain.
Dalam wawancara yang pernah  awak media Riausmart.com lakukan bersama Orang tua Korban, dia mengatakan kecewa karena pelaku tidak ditahan justru malah dilarikan ke RSJ Pekanbaru.
“Kok bisa orang sehat dibilang gila,  orang gila kok bisa sekolah, orang gila kok bisa punya rencana pembunuhan kepada anak kami,” ungkap ibu NN dengan nada tinggi seolah tak terima dengan kenyataan.