Keluh Kesah “DOGOL”, Tak Mampu Bekerja Karena Patah Tulang

PASIRPENGARAIAN – Pasca kejadian tabrak pohon Sawit sekitar dua tahun silam, membuat kehidupan Norsal (35), Warga Dusun Tanjung Pura Indah, Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu berubah total.
Pria yang akrab disapa Dogol tersebut terpaksa menelan kepahitan hidup dengan diberi cobaan tulang kaki patah ditengah kemiskinan keluarganya.
Diceritakan Dogol, pasca peristiwa kecelakaan tunggal yang dialami dirinya waktu itu, membuat pria yang belum menikah itu kini tidak bisa berbuat banyak.
“Tulangnya patah, jadi nggak bisa kerja, untuk berdiri saja harus dibantu tongkat,” Jelas Dogol kepada awak media Riausmart.com, Rabu (08/09).
Ditengah kondisi cacatnya, Dogol  mengatakan bahwa dirinya kerap kesulitan untuk berpindah tempat, bahkan kini ia terpaksa Buang Air Besar (BAB) di dalam plastik kresek.
“Nggak bisa jongkok, kalau mau pindah tempat duduk juga susah, jadi yah kalau mau buang air Besar, langsung dibuang ke plastik,” Tambahnya.
Mengingat masa silam, setelah terjadinya kecelakaan, Dogol sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pengaraian. Namun dikarenakan tidak memiliki uang, dia kembali dibawa pulang oleh pihak keluarga tanpa mendapatkan penanganan serius oleh pihak dokter.
“Waktu itu tidak ada uang untuk berobat, jadi omak langsung ajak pulang untuk diurut,” Jelasnya.
Walaupun sempat diurut secara tradisional, nyatanya tulang patah kaki Dogol tidak dapat kembali pulih, bahkan kini kakinya terlihat panjang sebelah karena posisi tulang yang tidak sempurna.
Saat ini Dogol tinggal bersama ibunya yang telah tua renta dan hanya mampu bekerja sebagai buruh harian lepas.
“Kalau ada orang yang mau menobeh (red:membersihkan lahan), baru ada kerjanya,” tambahnya.
Diusianya yang masih terbilang muda, Dogol mengaku masih ingin bekerja dan membiayai kebutuhan keluarganya, namun dikarenakan tidak memiliki skill atau keterampilan, ia tidak bisa berbuat banyak.
“Dulu pekerjaan saya hanya motong (red : menderes getah karet), jadi sekarang saya tidak bisa apa-apa,” Sebutnya.
Melalui awak media Riausmart.com, Dogol berharap uluran tangan dari berbagai golongan masyarakat untuk kesembuhan kakinya, sehingga dia bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Kepala Desa Rambah Hilir, Romi Juliandra SE mengatakan telah meminta kepada stafnya untuk memasukkan nama Norsal dalam data DTKS Kemensos.
“Alhamdulillah namanya sudah masuk dan kini kita masih menunggu KIS KK beliau keluar,” Kata Kades Romi.
Selanjutnya Kades Romi mengatakan kedepan Pemdes Rambah Hilir akan berupaya dalam merehab kamar mandi Norsal, guna mempermudah pria tersebut untuk buang air.
“Sebagai informasi, saat ini Norsal telah menerima Bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berupa bantuan sembako dari Kementerian,” Tutup Kades.