Maraknya Pencabulan dan Penganiayaan di Rohul, Sri Mulyati : Sekolah Tatap Muka Harus Kembali Diaktifkan

PASIRPENGARAIAN – Maraknya pencabulan dan penganiayaan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Negeri Seribu Suluk, membuat Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Hj Sri Mulyati S.Sos M.Si merasa prihatin.
Dijelaskan wanita berparas lemah lembut namun tegas tersebut, pencabulan dan penganiayaan di Kabupaten Rokan Hulu terus mengalami peningkatan pasca adanya Pandemi covid-19.
“Terhitung tahun 2019 hingga bulan Maret tahun 2021 ini, kasus pencabulan dan penganiayaan di Rohul terus mengalami peningkatan yang signifikan,” kata wanita yang akrab disapa Neng tersebut, Rabu (03/03) saat diwawancarai di Kantornya.
Dijelaskan Sri Mulyati, tahun 2019, kasus pencabulan dan penganiayaan terhadap anak dibawah umur yang terdaftar di Dinsos P3A Rohul tercatat sebanyak 13 kasus, tahun 2020 sebanyak 28 Kasus dan tahun 2021 sampai bulan Maret, terhitung sudah terjadi 7 Kasus.
“Angka ini menunjukkan kasus pencabulan dan penganiayaan di Kabupaten Rokan Hulu mengalami peningkatan,” ungkapnya.
Untuk mengurangi kasus pencabulan dan penganiayaan yang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, menurut Hj Sri, Sekolah tatap muka harus kembali diaktifkan.
“Karena yang saya lihat, ditempat lain sekolah tatap muka sudah dilakukan, di Rokan Hulu saja yang belum,” tambahnya.
Lanjut Hj Sri Mulyati, dengan diaktifkan nya belajar secara tatap muka di sekolah, hal ini diharapkan dapat mengurangi terjadinya kasus pencabulan dan penganiayaan terhadap anak dibawah umur.
“Karena seperti yang telah kita cermati bersama, rata-rata kasus pencabulan dan penganiayaan terhadap anak dibawah umur kerap dilakukan oleh orang-orang terdekat, seperti ayah tiri korban, ayah kandung korban, tetangga korban atau orang-orang di sekitar korban,” jelas Sri Mulyati.
Diakui Sri Mulyati, untuk membantu korban pencabulan dan penganiayaan, Dinas Sosial P3K Kabupaten Rokan Hulu kerap memberikan pelayanan psikologis kepada korban.
“Bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi, kita selalu memberikan pelayanan psikologis kepada korban Pencabulan dan penganiayaan, hal ini untuk menghilangkan trauma dan ketakutan yang dialami korban,” kata Sri.
Tambah Sri, untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Sosial P3K Rohul juga melakukan kerjasama dengan Polres Kabupaten Rokan Hulu.
“Kami selalu melakukan koordinasi dengan Polres Rohul terkait adanya pencabulan dan penganiayaan terhadap anak dibawah umur,” tambahnya.
Untuk masyarakat yang mengalami atau mengetahui kasus pencabulan dan penganiayaan terhadap anak lanjut Sri, juga dapat melaporkan hal tersebut ke Kantor Dinas Sosial P3K Rohul yang terletak di Komplek Perumahan Pemda, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah.