Pemkab Rohul Dianggap Kurang Persiapan Menghadapi Virus Corona Covid-19, Ketua SAPMA PP Rohul KECEWA

PASIRPENGARAIAN – Dalam Diskusi dengan Dirut RSUD Rokan Hulu, Anton Adi Putera, S.Pd Selaku Ketua SAPMA PP Rokan Hulu yang juga Demisioner Presiden Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Mengaku kecewa dengan sikap Pemkab Rokan Hulu yang terlihat masih kurang perhatian terhadap Pendemi Covid-19 atau Virus Corona, Rabu (18/03/2020) di RSUD Rohul

Kunjungan SAPMA PP Rohul ke RSUD Rokan Hulu ini dilakukan Anton dalam rangka menindaklanjuti arahan Pimpinan Pusat SAPMA PP Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh SAPMA PP Indonesia agar seluruh keanggotaan nya turut serta dalam membantu pemerintah menangani dan mengedukasi kepada masyarakat tentang Covid-19.

Kepada Riausmart.com, Anton meminta Bupati Rokan Hulu agar lebih serius menangani Virus Corona sesuai pengumuman Presiden Indonesia bahwa Covid-19 merupakan Bencana Nasional.

” Pemda atau Bupati Rohul Harus lebih serius dalam menanggapi Virus ini, Jangan sampai ada korban dahulu dari masyarakat Rokan Hulu baru Pemda kocar-kacir,” jelas Anton

Anton juga berharap Bupati Rokan Hulu untuk segera mengintruksikan kepada Camat dan Puskesmas Se-Rokan Hulu agar lebih sering memantau warga yang melakukan perjalanan keluar kota atau yang baru kembali dari daerah yang terjangkit virus corona.

“Ini merupakan Masalah serius, soalnya setelah kita dengar pernyataan dari Dirut RSUD, belum ada penanganan dan pengedukasian terhadap masyarakat tentang virus Corona ini, Berapa sebenarnya penganggaran untuk menghadapi virus corona ini?” tambah anton

Sementara Direktur Utama RSUD Rokan Hulu dr.Novil dalam diskusi dengan Ketua SAPMA PP Rokan Hulu mengatakan mereka sudah mengusulkan kekurangan APD (Alat Perlindungan Diri) ke Pemda Rohul, Namun hingga saat ini belum diwujudkan.

dr Novil juga menegaskan saat ini RSUD Rohul juga kekurangan tenaga Kesehatan untuk Pasien Isolasi, dan Penganggaran untuk ruangan Isolasi Pasien yang terinfeksi Virus Corona.

” Kita berharap tenaga kesehatan di Puskesmas-Puskesmas sebaiknya di tarik ke RSUD Rokan Hulu untuk menjadi tenaga tambahan di RSUD, karena ini harus di siapkan untuk menghadapi puncak Pendemi Covid-19 di Indonesia khusus nya Rokan Hulu,” jelas dr. Novil

Dalam pengakuan dr. Novil, Saat ini belum ada Call Centre dari Pemkab Rokan Hulu yang bisa di hubungi jika terdapat pasien suspeck virus corona di daerah-daerah.

” Kalau Pemkab Rohul belum ada, Namun RSUD Rokan Hulu sudah ada  yaitu PSC 119, namun itu belum cukup,” tambahnya.

Menurut dr. Novil mengatakan seluruh pihak harus mengambil peran dalam penanggulangan antisipasi virus Corona Covid 19 ini, mengingat sudah di liburkannya siswa dan mahasiswa se-indonesia, sehingga diprediksikan banyak orang Rokan Hulu yang berada diluar Kabupaten akan kembali ke kampung halamannya. Sedangkan mereka tidak terpantau apakah suspeck Corona atau tidak.

” Ini semua harus di pantau baik dari pihak camat atau puskesmas dan ini bukan ruang lingkup saya yang hanya Dirut RSUD” Tutup dr.Novil (AS)