Pemkab Rohul Siapkan 927 TPK Percepatan Penurunan Stunting

PASIRPENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah siapkan 927 tim pendamping keluarga (TPK) guna penanganan percepatan penurunan kasus stunting di Negeri Seribu Suluk.
Hal ini disampaikan Bupati Rohul, H Sukiman saat memimpin rapat bersama Forum Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Rohul dengan BKKBN Provinsi Riau, Senin (27/03) di Rumah Dinas Bupati, Komplek Pemda Pasir Pengaraian.
Dalam rapat bersama TPPS turut hadir Kepala BKKBN Provinsi Riau Dra. Mardalena Wati Yulia M.Si, Sekda Rohul M. Zaki S.STP M.Si, Kepala Bappeda Rohul Drs. Yusmar M.Si, Kadis Kominfo Rohul H. Syofwan M.Si diwakili Plt Kabid IKP Rudy Fadrial S.Sos M.Si,
Selain itu, juga hadir Kadiskes Rohul dr Bambang, Kadisdikpora Rohul Margono S.Sos, Kadis Dalduk KB dr Leni Sumbari, Plt Kadis DPMPD Rohul Prasetyo serta OPD terkait, Camat, Kades, Kepala Puskesmas, Kader Posyandu dan TPK.
Dengan telah dipersiapkannya 927 Tim Pendamping Keluarga, Bupati berharap TPK yang terdiri dari Tenaga Bidan, Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) nantinya dapat melakukan pendampingan di tengah masyarakat.
“Serta Kader keluarga berencana atau KB bisa mendampingi keluarga dengan kasus balita stunting dan keluarga yang berisiko stunting,” harap Bupati.
Selain daripada itu, melalui rapat dengan Forum TPPS dan BKKBN Riau juga, Bupati berharap Kerjasama serta niat yang ikhlas dari seluruh stakeholder terkait untuk mencapai tujuan bersama yakni, penurunan angka Stunting di Rohul.
”Jadi kita berupaya dalam rangka penurunan stunting ini mulai kita menggerakkan, Kades, PKK, Camat Kapus bersama dinas terkait untuk bersama mendata dan setelah didata, apakah ada anak yang beresiko Stunting, pendataan nya harus valid, dimana rumah anak ini, siapa orang tuanya harus jelas dan terverifikasi,” harapnya.
Terhadap anak yang terkena Stunting, Bupati mewakili Pemerintahan mengaku akan serius dengan memberi Gizi terhadap anak bersangkutan di setiap Desa, agar kita mengetahui persis berapa sebenarnya jumlah stunting di Negeri Seribu Suluk.
“Sehingga upaya penanganan dan pemberian gizi kepada yang mengalami Stunting,” harap Sukiman.
Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau Dra. Mardalena Wati Yulia M.Si mengaku Pemkab Rohul sangat komit dalam menurunkan Stunting. Dengan menurunkan 927 Tim Pendamping Keluarga (TPK) diharapkan dapat mendampingi dan menggerakkan keluarga yang berisiko Stunting.
“Karena pak Bupati Komit sekali ini, Rohul juga memiliki 927 TPK, Bupati sudah melakukan secara tegas menyatakan ini harus kita gerakkan kita harapkan keluarga yang berisiko Stunting bisa didampingi,” harapnya
Tambah Mardalena, Langkah konkrit yang harus dilakukan Pemkab Rohul harus komit dengan data yang perlu diperbarui atau update. Anak berisiko Stunting itu harus di intervensi sesuai dengan permasalahan, apakah masalah gizi dan lainnya.
“Jika masalah gizi dan harus banyak makan ikan, maka disini perlu peran serta dinas Perikanan, dari segi pendidikan anak, harus melibatkan Dinas Pendidikan begitu seterusnya, maka OPD terkait harus bersama-sama dan berkolaborasi, Insyaallah stunting bisa turun di Rohul,” ungkapnya