Pemkab Rohul Terus Berupaya Kendalikan Inflasi

PASIRPENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) terus berkomitmen dan berupaya melakukan berbagai terobosan dalam menekan lajunya Inflasi daerah. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Pasar Murah dan melakukan pemantauan sekaligus pengendalian harga sembako.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman yang diwakili Asisten II Setda Rohul Drs H. Ibnu Ulya M.Si saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara Virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri RI) Tito Karnavian, di Aula Kantor Diskominfo Rohul, Senin, (09/01).
Dalam kegiatan yang sama, turut hadir Kepala Bappeda Rohul Drs Yusmar M.Si, Kadis Kominfo Rohul H. Syofwan S.Sos, Kadis DKPP Rohul Barikun SP, Kadis Nakbun Rohul CH Agung Nugroho STP, Plt Kadis Perindag Rohul Yurniziarti SE dan Kepala BPS Rohul.
Disampaikan Asisten II Setda Rohul Drs H. Ibnu Ulya M.Si, penanganan Inflasi Kabupaten Rokan Hulu di setiap OPD terus bergulir. Dari target belanja Rp 5,1 Miliar, hanya Rp 800 juta tidak bisa direalisasikan karena faktor pengadaan barang sembako.
“Yang banyak di Dinas Sosial realisasi baru 64 persen, hal ini menyangkut progres pelaksanaan 100 persen tidak terkejar oleh Dinas Sosial tersebut terhadap pengadaan beras dan sembako, karena beras waktu itu sulit direalisasikan sementara target pencairan itu sudah sampai,” kata Ulya.
Diakui mantan Kepala Disdikpora Rohul itu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui OPD-OPD terkait terus berupaya dalam menekan angka lajunya inflasi daerah, seperti pemantauan dan pengendalian harga di Pasar Ujung Batu dan Pasir Pengaraian.
“Selain daripada itu, Disnakbun juga menyalurkan peralatan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul dan Dishub Rohul juga sudah 100 persen dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak inflasi,” tambahnya.
Sementara itu, sesuai arahan Mendagri RI, Tito Karnavian mengatakan bahwa inflasi Nasional ditentukan kerja Pemerintah Pusat dan Daerah, sehingga peran Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan dan sangatlah penting.
Perlu diketahui, Inflasi bulan Desember 2022 berada pada angka 0,66 persen (mtm) dan 5,51 persen (yoy). Sampai dengan tanggal 6 Januari 2023, terpantau komoditas yang menyumbang kenaikan dan penurunan inflasi seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.
“Stabilitas harga pangan menjadi hal yang paling utama menjadi perhatian kita. Oleh karena itu, Presiden meminta agar kita bisa konsisten mendukung pengendalian harga barang jasa atau indikator inflasi,” jelas Mendagri Tito.