Ratusan Kerbau di Rohul Terpapar Sepricaemia Epizootica

PASIRPENGARAIAN – Ratusan hewan, ternak kerbau di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terpapar Sepricaemia Epizootica (SE) sehingga mengakibatkan puluhan diantaranya mati dan puluhan ekor lainnya terpaksa disembelih.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Dinakbun) Rokan Hulu CH. Agung Nugroho, S.Tp diwakili oleh Kepala Bidang Peternakan Doni, Selasa (01/11).
Melalui via telepon, Doni membenarkan terkait matinya ratusan hewan ternak kerbau di beberapa wilayah di Kabupaten Rokan Hulu.
“Iya benar, terpaparnya Sepricaemia Epizootica (SE) pada hewan ternak Kerbau pertama Kali ditemukan di Desa Tanjung Belit Kecamatan Rambah pada awal bulan Oktober lalu,” kata Doni.
Selain di Tanjung Belit lanjutnya, puluhan hewan ternak Kerbau yang terpapar Sepricaemia Epizootica (SE) juga terjadi di Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba, Rohul.
Diperkirakan ada 114 ekor hewan ternak Kerbau yang terpapar Sepricaemia Epizootica (SE), dimana 26 ekor diantaranya  mati mendadak dan 88 ekor lainnya masih sempat disembelih.
“Penyakit Sepricaemia Epizootica (SE) merupakan sejenis bakteri yang bisa tertular melalui kontak antar hewan dan lebih berbahaya lagi dibandingkan PMK yang menyerang hewan ternak sapi pada beberapa waktu lalu,” jelas Doni.
Dalam kasus ini, Kerbau yang terserang Sepricaemia Epizootica (SE) memiliki gejala-gejala seperti suhu tubuh hewan yang meningkatkan, kerbau sering baring seakan tertidur (ngorok) dan timbul leleran atau anokresia.
Diakui Doni, untuk mengantisipasi penyebaran Sepricaemia Epizootica (SE) pada hewan ternak kerbau lainnya, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Dinakbun) Rokan Hulu terus memberikan sosialisasi terkait penyakit ini kepada para peternak yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.
“Kalau ada gejala-gejala seperti itu pada ternaknya agar secepat menghubungi Dinas Peternakan untuk di adakan pengecekan,” kata Doni.
Ketika ditanya apakah daging Kerbau yang Sudah terpapar Sepricaemia Epizootica (SE) layak dikonsumsi, Doni mengatakan masih bisa, dengan syarat dimasak dengan tingkat kematangan yang tinggi serta tidak memakan atau membuang segala isi perut Kerbau yang di sembelih.