Reses di Desa Muara Musu, Warga Keluhkan Tanah Yang dikuasai Pihak Transmigrasi Kepada Adam Syafaat

MUARAMUSU -‎ Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Adam Syafaat MA, mengatakan akan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Hal itu disampaikan Adam Syafaat, saat Kunjungan Reses di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir. Rabu (26/02/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Reses ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Muara Musu, Amri, tokoh adat, tokoh masyarakat dan ratusan warga setempat.

‎Pada kunjungan resesnya tersebut, masyarakat Desa Muara Musu menyampaikan beberapa aspirasinya kepada Adam Syafaat, seperti sengketa tanah masyarakat Desa Muara Musu dengan pihak transmigrasi, lampu jalan, ambulan, harga karet, dan lainnya

Dalam pengakuan Nizar, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, tanah tersebut sudah dari dulu menjadi kepemilikan warga Desa Muara Musu, namun kini jatuh ke tanah transmigrasi, Lubuk Kerapat.

” Dari dulu, tanah itu sudah menjadi tempat bercocok tanam warga setempat, dan kami adalah warga yang pertama tinggal disini, namun kenapa kepemilikan tanah itu di pemerintahan jatuh ke lokasi transmigrasi?,” jelas Nizar

Nizar juga  memohon bantuan berupa satu ambulan Desa kepada Adam Syafaat.

” Saat ini di kampung kami ini apabila ada yang sakit susah untuk dibawa ke rumah sakit, oleh karena itu kami memohon satu buah ambulan Desa, dari bapak,” jelas Nizar.

Selain itu, Nizar juga berharap adanya lampu jalan yang dapat mempermudah orang tua menuju ke masjid atau ke munosah.

Selain itu, Makmur yang merupakan warga Muara Musu jalan Gelugur juga mengeluhkan murahnya harga karet, sedangkan sebagian besar pekerjaan dari warga Muara Musu adalah petani karet.

” Harga karet ini sudah menjadi permasalahan bagi kami pak, tolonglah cari jalan keluar dari permasalahan masyarakat kita ini, karena kebanyakan warga kita adalah petani karet,” imbuhnya.

Adam mengaku semua aspirasi masyarakat Desa Muara Musu telah didengar dan akan ditindaklanjuti dalam rapat paripurna.

” Untuk masalah tanah itu, secepatnya kita akan bahas bersama anggota dewan lainnya, karena kasihan dengan masyarakat yang memang adalah warga sini dari dulunya,” jelas Adam

Untuk permohonan lampu jalan dan ambulan, Adam menyarankan warga untuk segera mengajukan proposal, sehingga aspirasi masyarakat tersampaikan ke Pemprov Riau maupun ke pemerintah pusat.

” Harus diajukan proposal, karena banyak permohonan yang masuk, namun apabila tidak ada proposal, maka kita tidak akan tahu” jelas Adam Syafaat,

Selain itu, Adam mengaku ia telah memperjuangkan 72 unit rumah layak huni yang rencananya akan dibangun dengan dana bersumber dari APBD Riau 2020, dan akan dibangun di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.