Yayasan Zaliyah Dirikan TBM Guna Tingkatkan Budaya Baca Masyarakat

PASIRPENGARAIAN – Yayasan Zaliyah dirikan dan resmikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), sebagai bentuk kepedulian dan upaya didik karakter serta budaya minat membaca di tengah masyarakat.
Disampaikan Ketua Yayasan Zaliyah, Hamsanah S. Pd  bahwa TBM Yayasan Zaliyah sendiri didirikan di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
“TMB yang kita dirikan dan resmikan, bernaung di bawah yayasan Zaliyah. Ini sebagai langkah serta komitmen untuk mencerdaskan generasi bangsa dengan menanamkan budaya belajar dan membaca,” ungkap Hamsanah, Kamis (14/10/2021).
Ketika ditanya terkait tujuan pendirian TBM sendiri, wanita berparas keibuan itu juga mengaku bahwa TBM ini didirikan  untuk meningkatkan minat baca masyarakat dimana Yayasan Zaliyah menyediakan berbagai koleksi buku bacaan, seperti buku keterampilan, buku agama dan buku pelajaran lainnya.
“Dengan TBM, kita didukung sahabat-sahabat menyumbangkan buku masih layak pakai, dan saya jemput ke rumah mereka,” jelas Hamsanah dengan semangat.
Dengan adanya TBM ini, Hamsanah berharap bisa menjadi langkah awal dalam menanamkan budaya belajar serta membaca di Kecamatan Rambah.
“Untuk ide sendiri, sudah lama kita rencanakan, namun baru bisa terealisasi sekarang,” Sebutnya.
Wanita yang akrab disapa Bunda Ham itu juga mengaku bahwa Yayasan Zaliyah sebelumnya juga sudah berkecimpung dalam peduli dunia pendidikan, dimana  memiliki Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Kelompok Bermain (TK-KB).
“Kita juga fokus di pendidikan dan pelatihan dalam bidang Tata Boga, Tata Rias Pengantin, Keterampilan yang bekerjasama dengan masyarakat yang mempunyai wirausaha seperti kerajinan tikar pandan dan lampu dari bambu,” Tambah Bunda Ham.
“Dengan demikian, tidak ada lagi alasan anak desa dengan anak perkotaaan, karena semua berhak mengecap pendidikan layak dan miliki skill di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar PKBM kami,” Tutup tutup Bunda Ham
“Kejar paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SLTA juga Keaksaraan Fungsional (KF) atau istilah buta huruf,” ungkapnya.