PGRI dan DISDIK Riau Sepakat Memberantas Oknum Mencari Keuntungan Pribadi Atas Persoalan Guru ASN PPPK

PEKANBARU – Membahas terkait persoalan pendidikan di Provinsi Riau, PGRI Provinsi Riau melakukan audiensi bersama Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (27/07).
Kegiatan audiensi yang dihadiri oleh Ketua PGRI Provinsi Riau, Dr Adolf Bastian M.Pd bersama jajaran dan perwakilan Guru ASN PPPK tahun 2022 tersebut berlangsung cukup hangat dan khidmat bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau dan beberapa pejabat terkait.
Diakui Ketua PGRI Provinsi Riau Dr. Adolf Bastian, M.Pd, bahwa diskusi kali ini lebih terhadap persoalan yang dihadapi oleh para guru ASN PPPK sekaligus meminta arahan kepada Plt. Kadisdik Provinsi Riau.
“Ada beberapa persoalan Guru ASN PPPK angkatan 2022, yang sampai saat ini belum mendapatkan kesempatan untuk di relokasi, sedangkan angkatan 2023 yang dapat dikatakan adik mereka sebagian sudah direlokasi. Mereka sebagai angkatan pertama merasa tertinggal dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah, sedangkan hak dan kewajiban yang dijalani sama,” jelas Adolf.
Selain membahas terkait para ASN PPPK tahun 2022, Direktur Sekolah Pascasarjana Unilak tersebut juga mengaku bahwa, perjumpaan dengan Plt Kadisdik Riau kali ini juga membahas terkait rencana besar PGRI Provinsi Riau untuk mendirikan perguruan tinggi untuk menampung para lulusan SMA/SMK terutama para anak-anak guru dan tenaga kependidikan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sekaligus untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) ke perguruan tinggi.
“Selain itu kita juga membahas terkait kerjasama untuk mensukseskan pelaksanaan PPDB Tahun 2024, sehingga tercipta kondusifitas selama PPDB berlangsung,” terang Adolf.
Masih ditempat yang sama, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Roni Rakhmat, S.STP., M.Si mengaku sangat berterima kasih terhadap PGRI Provinsi Riau yang senantiasa menjadi garda terdepan untuk mengatasi segala bentuk persoalan pendidikan yang ada di Provinsi Riau.
“Khususnya persoalan guru, mulai dari peningkatan kompetensinya melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karir bermitra dengan pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota, Apalagi PGRI merupakan organisasi guru tertua dan mitra kepercayaan pemerintah yang kredibel,” kata Kadis Roni panjang lebar.
Namun demikian Roni mengaku sangat menyayangkan adanya organisasi yang mengatasnamakan kumpulan guru-guru PPPK yang diklaim oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Saya sangat menyayangkan hal tersebut apalagi ada yang mempolitisasi guru bahkan sampai adanya transaksi uang yang mengakibatkan kerugian untuk guru-guru itu sendiri,” terangnya.
Terkait keluhan para ASN Guru PPPK tahun 2022, Roni menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Riau sebelumnya telah berjuang mengirimkan surat ke KEMENDIKBUDRISTEK dan KEMENTERIAN PANRB terkait nasib guru PPPK angkatan yang tes tahun 2021 lalu dan diangkat pada tahun 2022.
“Untuk yang tes pada tahun 2022 dan diangkat pada tahun 2023, itu langsung melalui Kemendikbudristek, memang ada kesempatan relokasi itu langsung oleh kemendikbudristek, jadi kami bukan hanya diam saja ketika yang angkatan kedua sudah direlokasi sedangkan angkatan yang pertama belum direlokasi, kami sedang berjuang melalui prosedur administratif,” terangnya.
Dilanjutkan oleh Roni Rakhmat lagi, terkait perencanaan pendirian Perguruan Tinggi PGRI di Provinsi Riau, dia mengaku sangat menyambut baik rencana tersebut, guna meningkatkan pendidikan dan SDM di Provinsi Riau yang lebih baik.
“Tentunya kami akan bantu, sedangkan untuk PPDB, kami akan melibatkan dan akan melakukan pembahasan lebih lanjut dan intens dengan PGRI nantinya,” tambahnya.
Tindak lanjut dari pertemuan sekaligus hasil audiensi tersebut, PGRI Provinsi Riau selanjutnya akan berangkat ke Jakarta, tepatnya pada Selasa (28/05) guna mendiskusikan persoalan ASN PPPK tahun 2022 itu ke PB PGRI, Dirjen GTK Kemendikbudristek, dan Kemenpan.